
RAKYATBENGKULU.COM - Menjadi seorang working mom sering kali membawa dua sisi kehidupan yang saling tarik-menarik.
Di satu sisi, ada rasa bangga karena bisa berkontribusi secara finansial dan profesional.
Tapi di sisi lain, muncul rasa bersalah karena merasa tidak cukup waktu bersama anak.
Perasaan ini dikenal sebagai mom guilt.
Mom guilt bukan hal baru, dan hampir semua ibu bekerja pernah merasakannya.
BACA JUGA:Jumlah Hewan Kurban di Mukomuko Capai 1.081 Ekor, Tersebar di 15 Kecamatan
BACA JUGA:Libur Panjang Akhir Mei, Layanan SIM dan Pajak di Bengkulu Selatan Kembali Buka 2 Juni
Rasa bersalah ini biasanya muncul saat melihat anak menangis ketika ditinggal kerja, saat tidak bisa hadir di acara sekolah, atau saat merasa kelelahan dan tidak punya energi untuk bermain dengan anak sepulang kerja.
Namun, penting untuk dipahami bahwa perasaan ini bukan tanda bahwa kamu ibu yang buruk.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa kamu tidak bisa selalu sempurna.
Anak tidak membutuhkan ibu yang hadir setiap saat, tapi ibu yang hadir sepenuh hati saat bersama mereka.
Kualitas waktu lebih penting dibanding kuantitas.
BACA JUGA:Makin Mudah dan Cepat, Nasabah Kini Bisa Apply Kartu Kredit Easy Card Lewat Website Resmi BRI
BACA JUGA:UMB Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Bengkulu
Sepuluh menit membaca buku bersama anak bisa jauh lebih bermakna daripada berjam-jam bersama tapi tanpa interaksi.