Dalam merespons lonjakan ini, Dinkes Mukomuko memperkuat peran petugas lapangan untuk mengintensifkan edukasi kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
“Kami melalui petugas di lapangan akan terus memberikan edukasi tentang penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), agar angka penderita hipertensi bisa ditekan,” tutup Bustam.
Langkah preventif dinilai menjadi satu-satunya jalan efektif untuk menahan laju penyakit tidak menular seperti hipertensi. Namun, tanpa kesadaran aktif masyarakat, upaya pencegahan akan sulit membuahkan hasil.
Berita ini telah tayang di KORANRB.ID dengan judul: Ribuan Warga Mukomuko Terindikasi Hipertensi, Dinkes Minta Terapkan PHBS