Program Makan Bergizi Gratis Bengkulu Tengah Terkendala, Chef Profesional Masih Minim

Senin 13-10-2025,08:34 WIB
Reporter : Febi Elmasdito
Editor : Febi Elmasdito

Kendala lain muncul dari kelangkaan susu full cream, yang sebetulnya tidak wajib, namun tetap diupayakan untuk melengkapi gizi anak penerima manfaat.

“Kami juga mengalami kendala untuk pemenuhan bahan pokok untuk dapur umum MBG. Kami berharap semua kendala ini bisa teratasi, sehingga pelaksanaan MBG di Bengkulu Tengah berjalan lancar,” kata Roni.

Hingga awal Oktober 2025, 2 dapur umum MBG telah resmi beroperasi, masing-masing di bawah naungan Yayasan Sungai Lemau dan Yayasan Meriani Manap Betuah.

BACA JUGA:BOOMtober Honda Bengkulu: Cicilan Super Hemat, Potongan Hingga Rp7,2 Juta Sepanjang Oktober!

BACA JUGA:Honda Care Hadir di Launching New ADV160 Bengkulu, Tawarkan Tantangan Seru dan Hadiah Eksklusif!

Sementara dapur ketiga milik Yayasan Nusantara Maju Mapan ditargetkan mulai beroperasi pekan depan. 

Dua dapur lainnya masih menunggu penetapan Kepala Satuan Pengelola Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kelima dapur tersebut tersebar di tiga kecamatan Pondok Kelapa, satu di Pematang Tiga, dan satu di Taba Penanjung.

“Kita targetkan bulan ini 5 dapur umum sudah beroperasi. Dari 5 tersebut, 2 diantaranya sudah beroperasi. Kemudian 1 ditargetkan pekan depan dan dua lagi masih menunggu penetapan Kepala SPPG,” pungkas Roni.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan program strategis nasional yang diharapkan mampu memperbaiki asupan gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM pangan dan petani lokal.

Namun, di Bengkulu Tengah, keberhasilan program ini kini bergantung pada kemampuan daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia dan bahan pangan berkualitas.

 

Kategori :