Meski jembatan dan beberapa titik jalan sudah sering diperbaiki warga melalui gotong royong, namun kekuatan infrastruktur darurat tersebut sangat terbatas.
Pihak pemerintah desa kini mengetuk pintu Pemerintah Kabupaten, Provinsi, hingga Pemerintah Pusat agar segera menurunkan anggaran pembangunan permanen sebelum desa benar-benar terisolasi di masa puncak musim penghujan.
"Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi jalan kami, agar kami dapat meningkatkan perekonomian desa," sambungnya.
Kemandirian warga Desa Tanjung Aur dalam merawat jalan patut diapresiasi, namun mereka tidak bisa terus dibiarkan bekerja sendiri tanpa sentuhan pembangunan dari negara.
"Kami tidak bisa melakukan ini sendirian, kami butuh bantuan pemerintah," tutupnya.