MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit atau yang kerap dijuluki "ninja sawit" di Kabupaten Mukomuko kembali meresahkan warga.
Tidak sekadar menjarah hasil kebun, para pelaku kini mulai berani melakukan intimidasi dan pengancaman nyawa terhadap pekerja lapangan.
Insiden terbaru terjadi di wilayah SP 3, Kecamatan Air Dikit pada Sabtu 7 Maret 2026 sekira Pukul 17:40 WIB.
Seorang pekerja kebun menjadi korban pengancaman saat memergoki komplotan ninja sawit yang tengah beraksi di area perkebunan.
BACA JUGA:Sambangi Kemendes PDTT, DPRD Kaur Presentasikan Program Unggulan Desa
BACA JUGA:Pemkab Kaur Pastikan Stok Sembako Aman Selama Ramadan, Harga Masih Stabil
Bukannya melarikan diri saat ditegur, para pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang tersebut justru menantang dan melontarkan ancaman serius.
Salah satu pelaku diketahui sebelumnya pernah tertangkap dalam kasus serupa namun dibebaskan setelah menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Peristiwa ini dibenarkan oleh mandor kebun bernama Wahyudin, yang mendapat laporan bahwa pekerjanya mendapatkan ancaman.
"Tidak usah ikut campur, awas saja kalau ini dilaporkan, kami sikat kamu," ujar Wahyudin menirukan ancaman salah satu pelaku di lokasi kejadian.
Wahyudin mengonfirmasi bahwa intimidasi tersebut dilakukan secara langsung kepada pekerjanya.
Ia sangat menyayangkan sikap pelaku yang mengabaikan kesempatan kedua yang diberikan sebelumnya.
"Benar sempat diancam sama mereka. Salah satu dari komplotan tersebut juga sebelumnya sudah sempat kami tangkap dulunya," terang Wahyudin.
BACA JUGA:Pintu Toilet Terkunci Lama, Mahasiswa Asal Kedurang Ditemukan Meninggal di Kos
BACA JUGA:Napoli Amankan Poin Penuh di Maradona, Tekuk Torino 2-1 Lewat Aksi Elmas dan Santos