Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar dingin.
Ancaman tersebut terutama dapat terjadi saat turun hujan atau pada musim hujan, ketika material vulkanik di lereng gunung terbawa aliran air menuju sungai.
BACA JUGA:Helmi Hasan Hapus Tradisi Open House, Pejabat Pemprov Bengkulu Diminta Turun Langsung ke Masyarakat
BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Polres Mukomuko Tanam Jagung Serentak Kuartal I 2026
Di sisi lain, warga juga diimbau untuk menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik guna mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Penggunaan masker penutup hidung dan mulut dinilai penting untuk mencegah dampak kesehatan, terutama gangguan saluran pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pemantauan aktivitas Gunung Marapi terus dilakukan oleh petugas guna memastikan perkembangan aktivitas vulkanik serta memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.