BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bengkulu kembali berjalan melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026.
Pada tahap awal, sebanyak 174 unit rumah warga berpenghasilan rendah dinyatakan lolos verifikasi dan siap menerima bantuan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kota Bengkulu, Lepi Nurseha, mengatakan Kota Bengkulu memperoleh kuota sekitar 300 unit rumah dalam program BSPS tahun ini.
“Untuk tahun anggaran 2026, Kota Bengkulu mendapatkan kuota BSPS sebanyak 300 unit rumah yang akan direalisasikan secara bertahap,” ujar Lepi, Kamis 16 April 2026.
BACA JUGA:Emas Antam Melemah Rp5.000, Harga Buyback Kini Rp2.674.000
BACA JUGA:Gunung Semeru Erupsi 5 Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.200 Meter
Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah kota telah mengusulkan sekitar 1.100 calon penerima manfaat ke pemerintah pusat melalui balai atau satuan kerja terkait.
Namun, dari kuota tahap awal tersebut, hanya 174 unit yang lolos verifikasi karena harus memenuhi kriteria berbasis data kemiskinan nasional.
“Dari total data yang kita ajukan, sementara pada tahap 1 ini ada 174 unit rumah yang dinyatakan lolos verifikasi sesuai dengan Data P3KE. Ini menjadi prioritas awal penanganan RTLH di Kota Bengkulu,” jelasnya.
Lepi mengakui, masih terdapat kendala di lapangan, terutama terkait ketidaksesuaian antara data administratif dan kondisi riil masyarakat.
Sejumlah rumah yang dinilai tidak layak huni belum dapat menerima bantuan karena tidak masuk dalam kategori desil yang ditetapkan pemerintah.
BACA JUGA:Ekomarin Gelar Dialog Publik, Soroti Ancaman Trawl bagi Nelayan Tradisional di Bengkulu
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Kebut Proyek Kampung Nelayan Merah Putih, 2 Lokasi Sudah Rampung
“Seringkali kita temukan rumah yang secara fisik sangat tidak layak, seperti berdinding papan dan berlantai tanah, tetapi tidak bisa dibantu karena tidak masuk dalam Desil 1 sampai Desil 4. Ini yang menjadi tantangan bagi kami di daerah,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan terdapat pembaruan dan sinkronisasi data yang lebih akurat agar program BSPS dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.