"Dampaknya kepada mitra, salah satunya adalah biaya kendaraan operasional yang sebelumnya masuk dalam anggaran kini dibebankan kepada mitra," ujar Ucu.
Mitra MBG Persoalkan Perubahan Insentif Dapur
Persoalan insentif bukan satu-satunya keberatan yang disampaikan para mitra.
Mereka juga mempertanyakan penerapan sanksi penangguhan atau suspend terhadap mitra.
Ucu menilai kesalahan administrasi pelaporan keuangan perlu dilihat berdasarkan pihak yang bertanggung jawab.
Menurutnya, kesalahan pelaporan oleh perwakilan BGN di dapur umum tidak semestinya langsung membebani mitra.
Ia meminta BGN mengevaluasi mekanisme pemberian sanksi tersebut.
Dengan demikian, setiap persoalan administrasi dapat diselesaikan sesuai tanggung jawab masing-masing pihak.
BACA JUGA:BGN Tegas! Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Pakai Air Galon, Langgar Siap Ditutup!
BACA JUGA:Penertiban PKL di Bengkulu Didukung BGN: Demi Kota Tertib dan Aman
Para mitra berharap kebijakan suspend tidak diterapkan tanpa pemeriksaan terhadap penyebab kesalahan.
Perubahan Aturan Berdampak pada Tenaga Kerja Relawan
Dampak kebijakan baru juga dirasakan para pekerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG.
Perwakilan mitra lainnya, Karom, menyoroti berkurangnya tenaga relawan akibat perubahan skema operasional.
Ia menyebut sejumlah relawan terpaksa dinonaktifkan karena perubahan kebutuhan biaya dan pengelolaan dapur.
Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan harapan pembukaan lapangan pekerjaan melalui program MBG.