HONDA

Hampir 250 Orang Keracunan MBG, Gubernur Bengkulu Lakukan Koordinasi Lintas Sektor

Hampir 250 Orang Keracunan MBG, Gubernur Bengkulu Lakukan Koordinasi Lintas Sektor

Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE--

RAKYATBENGKULU.COM - Kasus keracunan massal ratusan siswa di Kabupaten Lebong akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE. 

Ia langsung menggelar koordinasi lintas sektor sekaligus meminta penyelidikan mendalam terkait insiden yang menimpa ratusan pelajar tersebut.

Helmi mengaku prihatin dan menyampaikan simpati kepada para siswa serta keluarga yang terdampak. 

Ia menegaskan bahwa laporan resmi dari daerah akan segera diteruskan ke Pemerintah Pusat sebagai bahan evaluasi.

BACA JUGA:Polisi Masih Buru Pelaku Begal Tusuk Satpam DPRD Bengkulu di Jalan Kapuas

BACA JUGA:Bos Sawit dan Dirut PT DPM Jadi Tersangka Keempat dan Kelima Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank Rp119 Miliar

“Setelah ada laporan resmi, hasilnya akan kita sampaikan ke Pemerintah Pusat untuk menjadi bahan pertimbangan dan keputusan lebih lanjut,” jelas Helmi.

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh prosedur pelaksanaan MBG dijalankan dengan benar. Menurutnya, insiden semacam ini tidak boleh terjadi jika standar pengolahan makanan dijaga.

“Ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Kepada keluarga korban, tetap sabar menghadapi ujian ini,” ungkapnya.

Helmi juga menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan untuk turun langsung ke lokasi, mendampingi penanganan dan memastikan pelayanan kesehatan maksimal bagi para siswa.

“Semoga anak-anak kita segera pulih dan kembali bersekolah. Mari kita jadikan ini pelajaran bersama agar program makanan bergizi gratis benar-benar dijalankan sesuai prosedur,” tambahnya.

BACA JUGA:INFO GRAFIK: Sehatkan Masyarakat Melalui CKG

BACA JUGA:INFO GRAFIK: Menjaga Harga Beras dengan SPHP

Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan. Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait