HONDA

Jembatan Gantung Desa Kertapati Ambruk

Jembatan Gantung Desa Kertapati Ambruk

 

BENGKULU TENGAH- Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Kemarin (6/11) sore hingga malam menyebabkan satu jembatan gantung yang berada di Desa Kertapati Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Benteng ambruk. Ambruknya jembatan tersebut dikarenakan Sungai Ikis meluap.

Warga Desa Kertapati, Jauhari Sianturi membenarkan, jika jembatan gantung yang berada di Desa Kertapati tersebut pada saat ini sudah ambruk. Ia menjelaskan kejadian ambruknya jembatan ini dikarenakan wilayah Desa Kertapati dari pukul 16.30 WIB Sabtu (6/11) hingga malam hari diguyur hujan deras. Saat pagi, warga ingin melintasi jembatan tersebut, sudah ambruk.

"Kalau jam berapa ambruknya tidak tahu pasti, namun Sabtu kemarin desa kita memang diguyur hujan deras, yang menyebabkan air Sungai Ikis yang berada di desa kita naik meluap ditambah lagi dengan terjangan arus sungai yang sangat deras. Kemudian pagi ini (Kemarin, red) sudah ditemukan jembatan tersebut dalam kondisi ambruk seperti itu," jelasnya.

Warga yang menggunakan akses jembatan tersebut ialah warga desa Kertapati dan warga desa Kertapati Mudik. Kemudian jembatan tersebut salah satu akses warga sana apabila ingin ke wilayah Kecamatan Pematang Tiga, Kecamatan Pondok Kelapa hingga Kecamatan Bang Haji. Selain itu juga dengan putusnya jembatan ini akses warga yang ingin ke kebun mereka tidak bisa dan lumpuh.

"Di seberang jembatan tersebut memang banyak kebun sawit dan sawah milik warga Desa Kertapati dan Kertapati Mudik. Dengan putus begini otomatis mereka tidak bisa melaksanakan aktivitas mereka seperti biasa. Kemudian akses mereka ingin ke wilayah Kecamatan Pondok Kelapa, Kecamatan Bang Haji hingga Kecamatan Pematang Tiga juga lumpuh dan tidak bisa lagi," jelasnya

Lanjutnya, dengan kondisi seperti ini tentu saja pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah hingga DPRD Bengkulu Tengah untuk bisa segera menindaklanjuti kerusakan jembatan tersebut. Sebab semua ini menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat yang berada di wilayah tersebut. Jangan sampai akses ini dibiarkan lumpuh tanpa ada solusi.

"Jembatan gantung ini dibangun oleh pemerintah pada tahun 2020 lalu, sebab sebelum jembatan gantung ini, ada jembatan beton, namun ambruk juga diterjang banjir bandang yang melanda Benteng pada tahun 2019 lalu. Karena jembatan beton tersebut ambruk, makanya pasca banjir 2019 tersebut, tepatnya tahun 2020 jembatan gantung ini dibangun, tetapi saat ini kembali mengalami ambruk," demikian Jauhari.

Sementara itu, Ketua DPRD Bengkulu Tengah Budi Suryantono, S.Sos mengatakan, menyikapi kejadian ambruknya jembatan di Desa Kertapati ini, ia meminta kepada BPBD untuk segera menindaklanjuti kejadian ini dengan turun ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi jembatan gantung tersebut. Pihaknya juga meminta kepada BPBD untuk mencari solusi mengenai kejadian ini.

"Kita meminta kepada BPBD agar segera turun ke lokasi untuk menindaklanjuti. Jangan sampai peristiwa ini didiamkan aja tanpa ada solusi. Semua ini berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Kepada masyarakat agar ekstra hati-hati dan jangan dulu mendekati lokasi jembatan gantung yang putus tersebut," demikian Budi.

Di tempat yang berbeda, Kabid Darurat dan Logistik BPBD Bengkulu Tengah Andri Edo Saputra menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan kabar ambruknya jembatan gantung tersebut. Setelah mendapatkan kabar malam hari (6/11) tim satgas bencana BPBD sudah mendatangi lokasi. Dari pantauan ternyata memang jembatan gantung yang berada di Desa Kertapati ambruk akibat terjangan sungai Ikis.

"Hujan Lebat yang memicu terjadinya luapan air sungai Ikis, sehingga mengakibatkan jembatan gantung yang berada di desa tersebut putus. Jembatan tersebut merupakan pembangunan dari BPBD Benteng pasca banjir besar pada tahun 2019 lalu. Akibat kejadian ini melumpuhkan semua aktifitas para petani untuk mengangkut hasil pertanian mereka," bebernya

Mengenai tindaklanjut apakah akan dibangun jembatan sementara atau bagaimana, pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut dan akan berkoordinasi dengan Kepala BPBD Bengkulu Tengah terlebih dahulu. "Mengenai tindak lanjut ke depannya, kita akan koordinasikan dulu dengan atasan, dalam hal ini Kepala BPBD," demikian Edo. (jee)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: