HONDA

Kematian Abe Buat Jepang Terguncang, Jokowi: Semoga Diberi Kekuatan

Kematian Abe Buat Jepang Terguncang, Jokowi: Semoga Diberi Kekuatan

Presiden Joko Widodo menggunggah saat kebersamaannya dengan mantan perdana menteri Jepang Abe. foto: facebook--

 

NARA, RAKYATBENGKULU.DISWAY.ID – Tingkat kejahatan di Jepang tahun lalu terendah sejak Perang Dunia II. Dan, rekor itu pecah berturut - turut secara beruntun selama tujuh tahun.

Karena kepemilikan senjata diawasi sangat ketat, kejahatan bersenjata juga sangat langka di Negeri Matahari Terbit. Untuk bisa punya senjata di Jepang, seseorang tidak boleh memiliki catatan kriminal, harus menjalani latihan wajib, dan mengikuti evakuasi psikis.

Dia juga harus melalui pengecekan berlapis oleh petugas berwenang yang juga bakal mewawancarai para tetangga orang yang bermaksud membeli senjata tersebut.

BACA JUGA: Di Kota Bengkulu Ribuan Warga Muhammadiyah Salat Id di Jalan Soeprapto, Khatib: Perbedaan Wajar

Pada 2014, hanya ada enam kejahatan bersenjata di Jepang. Bandingkan dengan Amerika Serikat, misalnya, pada tahun yang sama ada 33.599 kejahatan sejenis. Per tahun, rata-rata hanya terdapat 10 kejahatan yang terkait dengan senjata. Pada 2017, bahkan hanya ada tiga kasus.

Di negeri seaman itu, bisa dibayangkan keguncangan yang dialami warga di sana setelah mantan perdana menteri mereka, Shinzo Abe, ditembak dua kali di depan stasiun Kota Nara (8/7) pukul 11.30 waktu setempat.

Abe yang memimpin Jepang pada 2006–2007 dan 2012–2020 sempat dirawat di rumah sakit selama sekitar empat jam. Pria 67 tahun itu dinyatakan meninggal pada pukul 17.03 waktu setempat.

Pelakunya adalah seorang mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim (semacam Angkatan Laut Jepang) Tetsuya Yamagami. Dia menembak Abe dengan senjata rakitan yang meninggalkan dua luka tembak di leher depan. Jarak antarluka tembak mencapai 5 sentimeter.

BACA JUGA: Fakta Baru Kasus Aborsi Dua Sejoli, Sempat Buang Janin ke Toilet

Abe juga disebut mengalami gagal jantung akibat serangan itu.

”Serangan ini, yang terjadi di momen jelang pemilihan umum, fondasi demokrasi, benar-benar tak termaafkan,” kata PM Jepang Fumio Kishida dalam pernyataan resminya sebagaimana yang dikutip The Guardian.

Abe berada di depan stasiun berkampanye untuk Kei Sato, kandidat dari partai penguasa Jepang, Liberal Demokrat, yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Majelis Tinggi Jepang.

Rencananya, pemilihan tersebut dihelat besok. Dan, Abe yang mundur dua tahun dari posisinya sebagai PM dengan alasan kesehatan tetaplah figur kuat dan populer di kalangan partai dan di mata publik.

Pertanyaan besarnya tentu, mengapa Abe dibunuh? Mengutip pengakuan Yamagami, polisi menyebut bahwa dia tidak puas dengan pemerintahan Abe. Pria 41 tahun itu juga mengaku sudah lama berniat membunuh PM terlama di Jepang tersebut.

BACA JUGA: Ada Anggota Polri Ditusuk di Lokasi Hiburan Malam, Picu Penutupan Casablanca

Rupert Wingfield-Hayes, jurnalis BBC di Jepang, dalam kolomnya menulis, ada banyak kemungkinan motif Yamagami. Bisa jadi dia seorang fantasist: seseorang yang membunuh seseorang yang populer agar ikut populer.

”Atau, dia bagian dari tren kejahatan yang melibatkan pria kesepian yang memendam dendam kepada sesuatu atau seseorang,” tulis Hayes.

Pada 2019, misalnya, ada pria yang membakar studio animasi di Kyoto dan mengakibatkan 36 orang meninggal. Pelaku mengaku dendam pada studio itu karena ”mencuri pekerjaannya.”

Sekitar 11 tahun sebelumnya, seorang pria menabrakkan truk ke kerumunan orang di Distrik Akihabara, Tokyo. Tujuh orang tewas dalam insiden yang diwarnai penusukan itu.

”Saya akan membunuh orang di Akihabara. Saya tak punya teman, tak dihiraukan karena saya jelek. Lebih rendah dari sampah,” tulis si pelaku dalam pesan daring yang diunggahnya sehari sebelum beraksi.

Kematian Abe juga mengundang simpati seluruh pempin dunia. Termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo. Secara khusus, Jokowi menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kematian Abe yang dianggap sudah memberi kontribusi kerjasama Indonesia - Jepang.

"Izinkan saya menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam atas kematian tragis mantan PM Abe Shinzo dari Jepang.

Kami akan selalu mengingat kontribusinya dalam memperkuat kerja sama RI-Jepang. Semoga keluarga PM Abe dan masyarakat Jepang diberikan kekuatan dalam masa sulit ini," tulis Jokowi dalam laman resmi facebooknya. (c14/ttg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: