HONDA

Air Berusia Miliaran Tahun, Bagaimana Rasanya?, Terasa Sangat Asin dan Pahit

Air Berusia Miliaran Tahun,  Bagaimana Rasanya?, Terasa Sangat Asin dan Pahit

Air Berusia Miliaran Tahun, Bagaimana Rasanya?, Terasa Sangat Asin dan Pahit--rakyatbengkulu.disway.id

BACA JUGA:Hidup Sukses Gak Takut Miskin ! Inilah 3 Shio yang Diprediksi Paling Hoki dan Banyak Cuan

Para ahli geologi yang sedang mempelajari tambang di Kanada membuat penemuan yang luar biasa di tahun  2016. Pada kedalaman sekitar 3 kilometer mereka menemukan air mengalir, menurut pengujian, air tersebut telah berusia antara 1,5 hingga 2,64 miliar tahun. 

Setelah terisolasi miliaran tahun, disimpulkan bahwa air ini merupakan air tertua yang ditemukan di belahan muka Bumi.

BACA JUGA:Agar Awet, Begini 5 Cara Mudah Merawat Layar LCD Smartphone

Para peneliti menemukan jejak kehidupan sebelumnya Lebih lanjut, dimana tim peneliti ahli geologi tersebut juga menemukan jejak yang mengindikasikan adanya kehidupan yang pernah ada di dalam air tersebut. 

Para peneliti mengatakan dengan melihat sulfat di dalam air, maka dapat melihat sidik jari yang menunjukkan adanya kehidupan. Dimana cairan diproduksi oleh mikrobiologi dan yang paling penting harus diproduksi dalam skala waktu yang sangat lama. 

BACA JUGA:Simak Rincian Dana Desa 2024 Majalengka 1, Jawa Barat! 124 Desa 1 Miliar

Adanya mikroba yang menghasilkan tanda tersebut tidak dapat melakukannya dalam semalam. Hal inilah yang menjadi indikasi bahwa organisme telah hadir dalam cairan tersebut pada skala waktu geologis. Tanpa adanya  cahaya, mikroba bertahan menggunakan substrat yang dihasilkan dari radiasi. 

Para peneliti juga mengungkapkan, adanya sulfat dalam air purba tersebut bukanlah sulfat modern dari air permukaan yang mengalir ke bawah. 

BACA JUGA:Rincian Dana Desa 2024 Cirebon 3, Jawa Barat! Cek Jawabannya di Sini

Namun apa yang di temukan adalah bahwa sulfat, seperti hidrogen, sebenarnya diproduksi di tempat melalui reaksi antara air dan batu.

Dalam artian reaksi akan terjadi secara alami dan dapat bertahan selama air dan batu bersentuhan yang berpotensi selama miliaran tahun lamanya. 

BACA JUGA:Rincian Dana Desa 2024 Cirebon 2, Jawa Barat! Simak Jawabannya di Sini

Sementara penemuan tersebut berimplikasi untuk menemukan kehidupan di tempat lain di Bumi dan juga di tata surya. 

Seorang profesor geokimia di University of Manchester di Inggris, Chris Ballentine dan penulis senior studi tersebut mengatakan, bahwa air itu tidak bisa diminum, namun ia mengakui bahwa airnya jernih saat pertama kali keluar dari batu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: