HONDA

Sepi, 900 Kios PTM Tutup

Sepi, 900 Kios PTM Tutup

--

 

BENGKULU, rakyatbengkulu.disway.id– Masa kejayaan Pasar Tradisional Modern (PTM) PAsar Minggu mulai tergerus setiap tahun. Dari 1200 kios yang tersedia, hanya 300 saja yang masih buka.

Sementara sisanya 900 kios tutup. Banyak faktor penyebabnya semakin kurang diminatinya kios-kios di PTM ini oleh para pedagang.

Kepala Pengelola Pasar Tradisional (PTM) Pasar Minggu, Zulkifli Ishak, SE mengatakan, penyebabnya diantaranya karena kebakaran yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, serta pandemi Covid-19 hingga akhirnya banyak pedagang yang beralih berjualan melalui online.

BACA JUGA:Ini Kronologis Gaduhnya Segel Pasar Pagar Dewa, Layangkan Surat ke Polda

“Faktor awal yang menyebabkan menurunnya tingkat jual beli di PTM ini adalah musibah kebakaran di PTM yang terjadi pada akhir Desember 2018 lalu, kemudian diteruskan dengan menyebarnya wabah Covid-19 dan diberlakukannya PPKM pada juli tahun 2021.

Rentetan masalah ini jelas membuat para pembeli lebih memilih meninggalkan pasar tradisional dan beralih ke pembelian melalui digital atau yang sering kita sebut belanja online,” ucap Zulkifli, Rabu (6/7).

Menurut Zulkifli, sekarang ini belanja online sudah sangat populer terutama di kalangan anak muda. Situs-situs belanja online seperti Shopee, Tokopedia dan Bukalapak yang menyediakan banyak keuntungan seperti gratis ongkir, cashback dan lain-lain.

Hal seperti ini menjadi alasan lain yang membuat masyarakat meninggalkan pasar tradisional.

BACA JUGA:Harga Telur di Bengkulu Naik, Tembus Rp 55 Ribu/Karpet, Disperindag Cek Pasar

“Kami dari pihak pengelola pasar sudah mencoba menerapkan penjualan melalui digital ini, agar para pedagang kita tidak ketinggalan dengan pedagang lain yang lebih dulu berjualan online.

Kita sudah sering memberikan edukasi dan mengundang ahlinya untuk mengajari pedagang kita bagaimana berjualan secara online, digital marketing dan lain-lain dan Tidak sedikit juga pedagang kita yang sudah menerapkan ini,” katanya.

Zulkifli juga mengatakan, adanya faktor lain yang menyebabkan turunnya tingkat jual beli di PTM, yaitu banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan lesehan di pinggir jalan.

Hal ini membuat banyak pembeli langsung melakukan transaksi tanpa turun dari kendaraannya yang membuat jalan menjadi macet dan sulit untuk dilalui.  Belum lagi parkir liar yang masih sering beredar di sekitaran PTM.

BACA JUGA:Pasar Panorama Kian Semrawut

“Kami tidak bisa melakukan pengusiran secara langsung, karena kami tidak punya wewenang untuk itu. Dari pihak pengelola sudah berupaya menjembatani masalah ini ke pihak terkait seperti Satpol PP atau Dinas Perhubungan (Dishub) dan juga sudah sering dilakukan tindakan.

Tapi masih banyak pedagangpedagang yang tidak jera dan tetap mengulangi hal tersebut,” ujarnya.

Zulkifli juga menambahkan, bahwa pihak pengelola tidak akan mempersulit pedagang yang akan menyewa salah satu lapak di PTM.

“Untuk masalah sewa bisa kita ringankan seringan ringannya, mungkin bila perlu sebelum adanya jual beli kita gratiskan,” katanya.

BACA JUGA:Milenial Dominasi Investasi di Pasar Modal, Investor BBRI Terbanyak

Dahniar (57) salah satu pemilik toko pakaian di PTM mengatakan, berjualan di sini terasa sangat sepi pasalnya hanya terlihat beberapa orang saja setiap harinya.

Jika dulu Dahniar selalu menantikan hari sabtu dan minggu karena biasanya pada hari itu banyak sekali pelanggan yang berdatangan namun sekarang hari itu sama saja seperti hari-hari biasa.

“Saya pernah sampai 5 hari tidak melakukan transaksi karena tidak ada satupun pembeli,” ujarnya.

Menurut Dahniar, pelanggan yang datang sekarang adalah para pembeli yang datang dari jauh seperti Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Muko-muko sangat jarang sekali terlihat adanya orang Bengkulu Kota di sini.

Dahniar juga menambahkan, bahwa untuk harga pakaian yang ia jual sudah sangat-sangat diturunkan. Paling banyak ia hanya mengambil keuntungan Rp 20 ribu dari setiap pakaian, itupun ia tidak menghitung biaya pengiriman dan perawatannya. (cw4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: