Terkuak, Tak Restui Pernikahan Ibu Jadi Motif Anak Bacok AyahTiri hingga Kritis di Kaur
Kapolres Kaur, AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.IK, MH, saat menjelaskan secara gamblang motif di balik kasus pembacokan anak kepada ayah tiri--Foto KORANRB.ID
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Momen silaturahmi Idul Fitri yang seharusnya diwarnai damai dan kebersamaan justru ternoda oleh insiden berdarah di Kabupaten Kaur.
Seorang pria berinisial Se (35) warga Desa Datar Lebar I Kecamatan Lungkang Kule tega menganiaya ayah tirinya sendiri, Sukardi (60), hingga korban sekarat menggunakan parang sepanjang 60 cm.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada H+4 Idul Fitri 1446 Hijriah, tepatnya pukul 12.00 WIB, saat korban baru saja mengantar istrinya kembali ke rumah di Desa Datar Lebar I.
Tak disangka, sesampainya di lokasi, korban diserang secara brutal oleh anak tirinya yang tidak lain adalah anak kandung dari sang istri.
BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Tawarkan Rumah Dinas Sebagai Tempat Berlindung Korban Kebakaran
Dalam konferensi pers yang digelar pada 7 April 2024 di Mapolres Kaur, Kapolres Kaur, AKBP Yuriko Fernanda, SH, S.IK, MH, menjelaskan secara gamblang motif di balik tindakan keji tersebut.
"Motif tersangka melakukan penganiayaan ini, dipicu ketidaksetujuan terhadap pernikahan dan puncaknya adalah masalah lahan tanah," sampai Kapolres saat rilis Senin 7 April 2025.
Kapolres juga mengungkap bahwa sebelum kejadian, tersangka baru saja kembali dari kebun setelah mengusir sapi yang masuk ke lahannya.
Dalam kondisi emosional dan memegang senjata tajam, tersangka kemudian terlibat cekcok mulut dengan korban yang berakhir tragis.
BACA JUGA:Memperkuat Bonding Kakak dan Adik: Membangun Hubungan Harmonis Sejak Dini
BACA JUGA:Kembali Bertugas dengan Semangat Baru, ASN Bengkulu Utara Gelar Halal Bihalal Bersama Bupati
Disebutkan bahwa konflik yang memicu tindak kekerasan ini berakar dari ketidakterimaan terhadap pernikahan sang ibu dengan korban, serta kekesalan terhadap sikap sang ayah tiri yang dianggap mempengaruhi ibunya untuk tidak memenuhi keinginan anak-anaknya.
Konflik kian memuncak karena sengketa lahan yang belum selesai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

