ARIKEL, enurut World Health Organization (WHO) sekitar 295.000 wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan pada tahun 2019. Afrika Sub- Sahara dan Asia Selatan menyumbang sekitar 86% (254.000) dari perkiraan kematian ibu global. Pada saat yang sama, antara tahun 2000 dan 2019, Asia Selatan mencapai pengurangan AKI keseluruhan terbesar, penurunan hampir 60% (dari AKI 384 menjadi 157). Meskipun AKI-nya sangat tinggi pada tahun 2019, Afrika sub-Sahara sebagai sub-wilayah juga mencapai pengurangan besar dalam MMR hampir 40% sejak tahun 2000. Secara keseluruhan, rasio kematian ibu (AKI) di negara-negara kurang berkembang menurun hanya di bawah 50%. Berdasarkan SDKI (2018) Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu sebesar 359/100.000 kelahiran hidup, namun mengalami penurunan pada tahun 2015 yaitu sebesar 305/100.000 kelahiran hidup. Penyebab dari angka kematian ibu di Indonesia antara lain perdarahan 30,1%, preeklampsi 27,1%, infeksi 7,3%, partus lama 1,8%, abortus 1,6%. Penyebab dari perdarahan antara lain retensio plasenta 15,1%, sisa plasenta 10% dan ruptur perineum 5%. Proses persalinan memerlukan persiapan fisik maupun mental dari ibu supaya memperoleh persalinan yang aman dan lancar. Berbagai cara dilakukan demi terlaksananya persalinan yang aman dan lancar diantaranya persiapan sejak kehamilan. Untuk memperlancar proses persalinan persiapan yang dilakukan sejak kehamilan diantaranya melakukan senam hamil. Upaya penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih difasilitas kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi. Perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, kemudahan mendapatkan cuti hamil dan melahirkan, dan pelayanan keluarga berencana. Senam hamil merupakan terapi latihan gerak yang diberikan pada ibu-ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental untuk menghadapi dan mempersiapkan persalinan cepat, aman dan spontan. Senam hamil yang diterapkan, bukan senam yang beriorientasi sebatas pada kebugaran tubuh semata. Melainkan memperkuat otot, melenturkan persendian, dan utamanya melatih konsentrasi agar bisa mengalihkan pikiran sehingga bisa melupakan rasa sakit saat melahirkan, serta menguatkan napas. Permasalahan yang sering dihadapi karena senam hamil selama ini dilakukan dengan menghandalkan intstruksi dari instruktur senam hamil saja tanpa pengulangan serta penjelasan dari manfaat Gerakan senam hamil tersebut. Hal ini akan berpengaruh terhadap keefektifan Gerakan dalam mengatasi nyeri otot serta nyeri pinggang pada ibu dan membantu meringankan proses persalinan. Berdasarkan analisa permasalahan diatas maka alternatif solusi dalam pemecahan masalah yang dapat diambil yaitu diperlukan adanya Sistem informasi berupa aplikasi E-book senam hamil pada layanan website yang dapat selalu siap dan praktis digunakan di era digitalisasi seperti saat ini. Sistem informasi ini dapat mengetahui tentang video panduan senam hamil berupa gerakan, kegunaan gerakan, dan aturan dalam melakukan senam hamil yang akan membantu dalam mengatasi nyeri pungggung pada ibu dan mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dengan aplikasi E-book senam hamil sangat berguna untuk ibu hamil maka diharapkan semua ibu hamil mampu melakukan senam hamil dengan baik dan benar, secara mandiri, mengurangi rasa sakit saat persalinan dan mampu melakukan senam hamil secara rutin dengan E-book. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penulisan artikel ini. Semoga artikel ini membantu semua ibu hamil untuk mempersiapkan persiapan fisik maupun mental dalam menghadapi proses persalinannya Penulis: Elsa Puji Mediastuti Mahasiswi Magister Kebidanan - Stikes Dharma Husada Bandung
E-Book Senam Hamil berguna untuk Ibu Hamil
Senin 11-07-2022,10:59 WIB
Editor : Heru Pramana Putra
Kategori :
Terkait
Selasa 27-01-2026,10:52 WIB
Lewat TJSL Kesehatan Pertamina, Angka Stunting Turun Signifikan
Sabtu 15-11-2025,11:38 WIB
Alat KJSU Tiba 2026, RSHD Bidik Uji Coba Layanan Jantung Awal 2027
Jumat 26-09-2025,08:59 WIB
Kesehatan Anak Jadi Prioritas, Seluma Kejar Dukungan Pusat untuk Bangun PICU dan NICU
Sabtu 06-09-2025,07:01 WIB
Dear Cancer, Awal September Ini Jadi Momen Pembuktian Diri, Jangan Sia-siakan!
Rabu 27-08-2025,17:34 WIB
Prabowo Target Buka 30 Fakultas Kedokteran Baru
Terpopuler
Minggu 17-05-2026,19:27 WIB
Mahasiswa FEB Unib dan Dispar Bengkulu Kompak Bersihkan Pantai Panjang, Bangun Semangat Kolaborasi Wisata
Minggu 17-05-2026,19:29 WIB
GMNI Bengkulu dan Pemprov Perkuat Kolaborasi, Siap Kawal Pembangunan Daerah
Senin 18-05-2026,01:10 WIB
MTQ Ke-37 Bengkulu Ditutup Meriah, Seluma Cetak Sejarah Jadi Juara Umum dan Tuan Rumah Terbaik
Senin 18-05-2026,11:34 WIB
Stok Hewan Kurban di Mukomuko Capai 2.000 Ekor Jelang Idul Adha 2026
Senin 18-05-2026,07:11 WIB
Praktisi Hukum Tegaskan Jaksa Tak Bisa Kasasi Putusan Bebas, Soroti Kasus Tol Bengkulu
Terkini
Senin 18-05-2026,15:23 WIB
Pemprov Bengkulu Bentuk Tim Tangani Persoalan Agraria dan Dugaan Pelanggaran Perusahaan
Senin 18-05-2026,14:34 WIB
Pemprov Bengkulu Matangkan Pembangunan TPA Regional di Bengkulu Tengah
Senin 18-05-2026,14:22 WIB
Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko Pastikan Beras dan Sembako Aman hingga Idul Adha
Senin 18-05-2026,13:47 WIB
Astra Motor Bengkulu Salurkan 50 Paket Makanan Bergizi untuk Balita dan Lansia
Senin 18-05-2026,12:34 WIB