5. Berikan Pilihan
Alih-alih memaksa, berikan anak pilihan yang sehat untuk mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan.
Dengan begitu, mereka merasa lebih dihargai dan bertanggung jawab atas pilihannya.
6. Konsultasikan dengan Ahli Jika Diperlukan
Jika pola ancaman sudah terlalu sering digunakan dan sulit dihentikan.
Atau jika anak menunjukkan tanda-tanda trauma, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak atau konselor keluarga.
Kesimpulan
Ancaman mungkin terasa seperti solusi cepat untuk mendisiplinkan anak.
BACA JUGA:Cara Melatih Sopan Santun pada Anak di Rumah, Membentuk Fondasi Kepribadian
BACA JUGA:7 Cara Mengatasi Dampak Negatif Anak yang Terlalu Sering Dibentak
Tetapi dampaknya jauh lebih merugikan daripada menguntungkan.
Anak membutuhkan pendekatan yang penuh kasih sayang, dukungan, dan pengertian.
Agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan bahagia.
Dengan mengganti ancaman dengan metode komunikasi positif dan konsisten, Anda tidak hanya memperbaiki perilaku anak.
Tetapi dapat juga membangun hubungan yang lebih erat dan harmonis dalam keluarga.