Guru-Guru SMP di Seluma Datangi Polres, Mengaku Trauma Diancam Suami Kepsek

Rabu 23-04-2025,07:22 WIB
Reporter : Neni Anggraeni
Editor : Neni Anggraeni

Kalimat tersebut diduga berkaitan dengan isu “honorer siluman” yang sedang menjadi sorotan di sekolah tersebut. 

BACA JUGA:6 Alasan Krusial Mengapa Tidak Boleh Suka Menipu Saat Berdagang

BACA JUGA:6 Tanda Kamu Sudah Benar-Benar Memaafkan Seseorang, Menurut Psikologi

Bahkan sebelumnya, kepala sekolah telah dipanggil oleh Komisi I DPRD Kabupaten Seluma untuk memberikan klarifikasi atas dugaan tersebut.

Ketiga guru mengaku tidak berani kembali mengajar karena takut akan adanya teror atau tindakan lanjutan dari kepala sekolah maupun suaminya. 

Mereka juga menegaskan bahwa tidak mengetahui apapun terkait laporan-laporan yang dituduhkan kepada mereka.

“Kami tidak tahu apa-apa terkait laporan, tiba-tiba suami kepsek mendatangi kami dan menunjuk-nunjuk sembari memberikan ancaman. Jujur saja kami takut keselamatan kami terancam,” ujar LA.

BACA JUGA:Hal Sepele yang Ternyata Bisa Merusak Penampilan: Jangan Diabaikan!

BACA JUGA:Stop Padukan Batik dengan Jeans dan Sneaker! Ini Gaya Pakaian Pria yang Tepat untuk Pesta Pernikahan

Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo Pakpahan, SIK, MIK melalui Kasat Reskrim, AKP Prengki Sirait, SH membenarkan bahwa ketiga guru tersebut datang untuk berkonsultasi terkait kejadian yang mereka alami.

“Iya benar Mas, yang bersangkutan hari ini datang ke Polres untuk koordinasi terkait peristiwa yang mereka alami,” ujar AKP Prengki.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Seluma, Sugeng Zonrio, SH, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendapat laporan mengenai dugaan pengancaman tersebut. 

Bahkan, para guru sempat menemui DPRD Seluma pada Senin pagi.

Menurut Sugeng, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Seluma perlu bertindak aktif dengan memediasi pihak-pihak yang terlibat agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

“Ini kan sebenarnya permasalahan internal, sebaiknya Disdikbud segera melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Jangan sampai adanya masalah ini membuat kegaduhan di sekolah, pada akhirnya akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM),” tegas Sugeng.

Ia juga menambahkan, jika mediasi tidak berjalan atau tidak menemukan titik terang, maka DPRD siap turun tangan melakukan hearing. 

Kategori :