Stimulus kelima adalah perpanjangan program diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), khususnya bagi para pekerja di sektor padat karya yang dinilai rentan secara ekonomi.
BACA JUGA:BMKG: Bengkulu Alami 202 Gempa Sejak Awal Tahun, Masyarakat Diimbau Siaga dan Pahami Mitigasi
BACA JUGA:Tahun Pertama E-Ijazah, Dikbud Bengkulu Selatan Minta Sekolah Segera Validasi Data Siswa Residu
Seluruh stimulus ini, menurut Airlangga, tengah difinalisasi dan direncanakan diluncurkan pada 5 Juni 2025.
Ia juga mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk ikut berperan dalam menciptakan kegiatan pariwisata dan hiburan lokal, agar perputaran ekonomi tetap dinamis di berbagai wilayah.
“Sinergi lintas kementerian dan lembaga sangat penting agar seluruh program stimulus ini bisa terealisasi tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegas Airlangga di akhir rapat koordinasi.
Langkah ini menjadi strategi pemerintah untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan global.