Pekerja Tidak Penuh Mengalami Penurunan
Meski masih mencapai 41 persen, proporsi pekerja tidak penuh mengalami penurunan.
Dibandingkan Februari 2026, pekerja tidak penuh turun 1,36 persen poin.
Penurunan terjadi pada kedua kelompok pekerja tidak penuh.
Pekerja setengah pengangguran turun 0,38 persen poin.
Sementara pekerja paruh waktu turun lebih besar.
Penurunannya mencapai 0,98 persen poin.
Perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran dalam pola jam kerja masyarakat Bengkulu.
Tantangan Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja
Data BPS memperlihatkan dua gambaran penting mengenai tenaga kerja Bengkulu.
Pertama, pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih mendominasi pasar kerja.
Kedua, mayoritas pekerja sudah masuk kategori pekerja penuh.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah pekerjaan.
Kualitas pendidikan dan produktivitas tenaga kerja juga menjadi faktor penting.
Peningkatan akses pendidikan dan keterampilan dapat memperkuat daya saing tenaga kerja Bengkulu.
Langkah tersebut juga penting untuk mendorong pergeseran menuju pekerjaan dengan produktivitas lebih tinggi.