HONDA

Waspada! Makan Banyak Santan Saat Buka Puasa Ternyata Punya Risiko Tersembunyi

Waspada! Makan Banyak Santan Saat Buka Puasa Ternyata Punya Risiko Tersembunyi

Opor ayam salah satu makanan bersantan--Foto Freepik.com

RAKYATBENGKULU.COM - Momen berbuka puasa biasanya identik dengan hidangan manis dan gurih. 

Mulai dari kolak pisang, biji salak, hingga opor ayam seolah menjadi menu wajib di atas meja. 

Namun, di balik kelezatan teksturnya yang creamy, ada peringatan penting yang sering diabaikan.

Makan banyak santan saat berbuka puasa ternyata tidak dianjurkan.

Banyak dari kita yang merasa lemas setelah menyantap hidangan bersantan dalam jumlah besar tepat saat azan Magrib berkumandang. 

Mengapa hal ini terjadi? Ternyata, alasannya berkaitan erat dengan cara kerja sistem pencernaan kita yang telah "beristirahat" selama belasan jam.

Beban Berat Bagi Lambung yang Kosong

Santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. 

Ketika perut dalam keadaan kosong, sistem pencernaan membutuhkan makanan yang mudah diserap untuk mengembalikan energi dengan cepat, seperti glukosa dari buah-buahan. Sebaliknya, lemak memerlukan waktu yang jauh lebih lama untuk dicerna.

Memaksa lambung bekerja ekstra keras memproses lemak pekat sesaat setelah berbuka dapat memicu peningkatan asam lambung secara mendadak.

 Inilah alasan mengapa banyak orang merasakan sensasi panas di dada (heartburn) atau perut kembung setelah makan takjil bersantan.

Risiko Lonjakan Kalori dan Kolesterol

Selain masalah pencernaan, konsumsi santan berlebih saat berbuka juga menjadi penyumbang kalori terbesar yang memicu kenaikan berat badan selama Ramadan. 

Lemak dalam santan, jika dipanaskan berulang kali (seperti pada kuah gulai atau opor), dapat berubah menjadi lemak trans yang tidak sehat bagi jantung dan pembuluh darah.

Tips Menikmati Hidangan Bersantan dengan Aman

Jika Anda tetap ingin menikmati menu favorit, ada beberapa langkah bijak yang bisa dilakukan:

  • Jadikan hidangan bersantan sebagai pelengkap, bukan menu utama saat perut benar-benar kosong.
  • Pastikan hidrasi tubuh terpenuhi dengan air mineral sebelum menyentuh makanan berlemak.
  • Pertimbangkan menggunakan susu rendah lemak atau krimer nabati sebagai pengganti santan untuk tekstur yang mirip namun lebih ringan di perut.

Penting untuk menjaga pola makan saat Ramadan bukan berarti memangkas semua kenikmatan, melainkan mengatur porsi agar tubuh tetap bugar hingga hari kemenangan tiba. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: