HONDA

Oplah Non Rawa Mukomuko Rampung 100 Persen, 809 Hektare Lahan Kini Lebih Produktif

Oplah Non Rawa Mukomuko Rampung 100 Persen, 809 Hektare Lahan Kini Lebih Produktif

Oplah Non Rawa Mukomuko Rampung 100 Persen, 809 Hektare Lahan Kini Lebih Produktif--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Dinas Pertanian (Distan) memastikan program Optimasi Lahan (Oplah) non rawa telah rampung 100 persen menjelang akhir tahun 2025.

Pada tahun anggaran 2025 ini, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengalokasikan program Oplah di Kabupaten Mukomuko dengan total luasan mencapai 809 hektare. 

Program tersebut menyasar lahan pertanian strategis yang selama ini menghadapi kendala tata air, khususnya sawah tadah hujan.

Plt Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mastaman, menjelaskan bahwa program Oplah seluas 809 hektare tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Selagan Raya, Kecamatan Ipuh, dan Kecamatan Malin Deman.

BACA JUGA:Dikira Boneka, Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Kota Tua Bengkulu

BACA JUGA:Dinkes Bengkulu Tengah Usulkan Penghapusan 32 Unit Mobnas dan Motnas Tak Layak Pakai

"Seluruh paket pekerjaan program Oplah ini telah tuntas dan hasilnya sudah dimanfaatkan langsung oleh petani, terutama di wilayah sentra sawah tadah hujan. Lahan yang sebelumnya kerap kekurangan air kini kembali produktif, menandai keberhasilan intervensi tata air yang tepat sasaran," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 29 Desember 2025.

Ia mengungkapkan, dari ketiga kecamatan penerima program, Selagan Raya menjadi wilayah dengan porsi pekerjaan terbesar.

Hal tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan mendesak perbaikan jaringan irigasi dan sistem tata air yang selama ini menjadi keluhan utama para petani setempat.

"Setiap wilayah mendapatkan jenis pekerjaan sesuai kebutuhan riil di lapangan. Di Malin Deman, fokus program adalah pembangunan jaringan perpipaan untuk melancarkan distribusi air, sementara di Ipuh dilakukan pembangunan sumur bor sebagai sumber air stabil sepanjang musim. Adapun di Selagan Raya, pekerjaan dipusatkan pada rehabilitasi dan pembangunan saluran irigasi tersier," jelasnya.

BACA JUGA:Jalan Desa Tanjung Aur Kaur Rusak Parah, Warga Bertaruh Nyawa Perbaiki Jalan Secara Mandiri

BACA JUGA:Bulog Pastikan Stok Beras Sumatra Aman untuk Korban Bencana

Dengan rampungnya program Oplah non rawa pada tahun ini, Pemkab Mukomuko menegaskan bahwa upaya penguatan sektor pertanian tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.

Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan pemanfaatan infrastruktur, pendampingan kepada petani, serta penguatan pola tanam agar peningkatan produktivitas dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: