HONDA

Hujan Deras Picu Banjir dan Pohon Tumbang

Hujan Deras Picu Banjir  dan Pohon Tumbang

KEPAHIANG – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Provinsi Bengkulu Selasa (23/6), menyebabkan terjadi banjir di Desa Punjung Kecamatan Merigi Sakti dan juga pohon tumbang bukit liku 9. Pantauan RB kemarin akibat curah hujan yang cukup deras sore kemarin, menyebabkan sungai di Desa Punjung Kecamatan Merigi Sakti meluap dan naik sekitar dua meter hingga menyebabkan empat rumah warga terendam setinggi satu meter. Camat Merigi Sakti, Ujang Syafawi, menjelaskan, banjir yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, disebabkan karena curah hujan yang deras. Namun dalam bencana banjir ini tidak ada korban jiwa. Akibat banjir tersebut peralatan rumah tangga milik warga mengalami kerusakan namun saat ini situasi aman terkendali. “Banjir ini bukan banjir bandang tetapi banjir yang disebabkan karena musibah longsor tahun lalu yang menutupi aliran sungai. Karena sungai tersebut panjang sehingga masyarakat sekitar saat melakukan gotong royong tidak membersihkannya dengan baik. Sehingga saat hujan deras turun, sungai tidak bisa menampung air hujan dengan baik dan akhirnya meluap,” jelasnya. Dia menambahkan, dengan kondisi saat ini ia mengimbau kepada seluruh masyarakat di kecamatan Merigi Sakti untuk waspada dan selalu berhati-hati dengan curah hujan yang deras dengan jangka waktu yang lama. “Sebab desa yang berada di kecamatan Merigi Sakti rawan akan tanah longsor dan banjir. Tetap jaga diri jangan sampai ada warga yang menjadi korban,” ujarnya. Kepala Desa Punjung Mahyudin menyebutkan bahwa saat ini air sudah mulai surut namun pihaknya tetap berjaga-jaga disekitar sungai. “Kami dan anggota kepolisian berjaga-jaga takutnya nanti air sungai meluap lagi,” Tutup Mahyudi. Macet 3 Jam      Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di Bukit Jupi Kabupaten Kepahiang sore Selasa (23/6). Hal itu menyebabkan jalur lintas provinsi yang juga menghubungkan Benteng-Kepahiang itu mengalami macet total sepanjang 3 kilometer dan kemcaten terjadi selama 3 jam. Kapolres Kepahiang AKBP Suparman, S.IK, M.AP melalui Kasat Lantas AKP Satar Simarmata membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pasca menerima laporan mengenai pohon tumbang tersebut, pihaknya bersama beberapa personil dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun langsung menuju ke lokasi kejadian. “Hujannya sangat deras sehingga membuat tanah di sekitar pohon tersebut terkikis air dan pohonnya tumbang. Mendapatkan informasi tersebut kita langsung menurunkan beberapa personil guna membantu mengatur lalu lintas dan bersama pihak BPBD berusaha memotong pohon yang ukurannya cukup besar tersebut,” terang Satar. Butuh waktu kurang lebih 3 jam bagi personil Polres Kepahiang dan BPBD Kepahiang untuk mengevakuasi pohon tumbang tersebut, agar arus lalu lintas kembali normal. Hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam, arus lalu lintas Kepahiang – Benteng maupun sebaliknya sudah kembali lancar. “Untuk kendaraan roda 2 dan roda 4 sudah bisa lewat di jalur tersebut. Namun untuk kendaraan besar, tampaknya masih harus bersabar dulu, karena proses evakuasi belum tuntas sepenuhnya. Namun mudah-mudahan bisa segera tuntas dalam beberapa jam kedepan,” tegas Satar. Hingga berita ini diturunkan, petugas Polres Kepahiang bersama BPBD Kepahiang dibantu warga sekitar, masih berupaya memotong pohon besar yang tumbang tersebut dari sisi jalan lintas Bukit Jupi tersebut, ditengah kondisi hujan yang masih mengguyur dengan derasnya. (jee/sly)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: