HONDA

Menengok Kesiapan Peternakan di Gaza Sambut Idul Adha

Menengok Kesiapan Peternakan di Gaza Sambut Idul Adha

GAZA – Mendekati Idul Adha, semua umat muslim bersiap untuk menyambut hari raya ini. Termasuk tentu saja, para peternak yang kian hari kian sibuk. Waktu-waktu ini para peternak terus menyiapkan hewan-hewan ternak terbaiknya untuk membahagiakan mereka yang membutuhkan.

Tidak terkecuali salah satu peternakan yang berada di wilayah Gaza, Palestina. Sapi telah siap di kandangnya masing-masing. Lenguhan mereka bersahut-sahutan dari setiap area kandang pada Jumat (3/7) itu. Sapi-sapi ini disiapkan untuk para dermawan Indonesia yang telah berkurban melalui Global Qurban - ACT.

“Alhamdulillah, kita sudah berada di sebuah peternakan, di mana ada sekitar 1.000 sapi di sini. Atas dukungan dari Global Qurban – ACT, insyaallah beberapa sapi ini akan menjadi hewan kurban untuk warga Gaza, Palestina,” kata Jomah al Najjar, mitra Global Qurban - ACT di Gaza.

Untuk pendistribusian pada tahun ini, Global Qurban – ACT menargetkan warga prasejahtera, para ibu tunggal, dan yatim yang tersebar di wilayah Gaza. Jomah amat bersyukur atas kebaikan masyarakat Indonesia yang terus mengalir, bahkan di momen kurban ini. Ia berharap dukungan terus diberikan kepada warga Gaza.

“Jadi kami berharap para dermawan untuk memberikan kepeduliannya kepada kami dan juga kami jazakumullah khairan atas bantuan yang telah diberikan,” ucap Jomah.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT mengatakan optimis dapat kembali mengantarkan lagi kurban terbaik untuk warga Gaza. Terutama karena melihat kesiapan tim di sana.

“Insya Allah kita bisa mendistribusikan puluhan bahkan ratusan hewan kurban di Gaza. Stok peternakan di sana memiliki hewan kurban, dan mitra yang berkolaborasi bersama kita juga siap memotong dan mendistribusikan banyak daging. Maka kita berharap, para dermawan sekalian dapat mendukung Global Qurban – ACT untuk menyalurkan kurban bagi mereka yang berada di Palestina, terutama korban dari konflik kemanusiaan,” ujar Said.

Kekurangan pangan memang jadi mimpi buruk yang menghantui masyarakat Palestina. Badan PBB untuk pengungsi Palestina melaporkan, sebagaimana dirilis Anadolu Agency pada Juni lalu, sekitar satu juta pengungsi Palestina menghadapi kekurangan pangan karena blokade Israel yang terus menerus.

Bertepatan dengan Hari Pengungsi Dunia pada 20 Juni lalu, Jamal al Khoudary, aktivis pembebasan Palestina, juga mengatakan, dukungan dari para dermawan sejatinya berdampak pada kehidupan pengungsi Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Bagaimanapun, lanjut Khoudary, blokade Israel sejak 2006 benar-benar menghasilkan kemiskinan dan pengangguran di wilayah Palestina yang terokupasi. Peringatan hari pengungsi sedunia pun menaruh perhatian pada perjuangan jutaan pengungsi yang bertahan hidup di seluruh dunia. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: