HONDA

Cerita Cantik, Pemandu Lagu Layani Tamu Nyanyi hingga “Open BO”

Cerita Cantik, Pemandu Lagu Layani Tamu Nyanyi hingga “Open BO”

KAUR – Profesi sebagai pemandu lagu saat ini banyak digeluti, seiring dengan tumbuhnya usaha karaoke di Kaur. Tidak ada yang salah dengan profesi ini. Karena PL yang mayoritas wanita, sejatinya hanya menemani tamu karaoke untuk bernyanyi. Itupun jika ada tamu yang menginginkan jasa mereka menemani bernyanyi.

Tapi, ada juga oknum PL yang menyalahgunakan profesinya dengan melayani tamu yang meminta layanan lebih. Seperti melayani hasrat tamu laki-laki yang ngebet ingin ngamar.

Menelisik hal ini, tim investigasi RB melakukan investigasi di salah satu karaoke di Kabupaten Kaur. Setelah memesan room karaoke, kasir yang sekaligus menjadi resepsionis menawarkan minuman berakhol dan wanita pemandu lagu.

Para wanita ini sudah duduk rapi di kursi yang disediakan. Merasa cocok, tim kemudian memesan dua orang PL untuk menemani bernyanyi. BACA JUGA: Para Wanita Seksi Ini Digiring Satpol PP dari Salah satu Tempat Karaoke

Sebut saja namanya –Vani-- (23) bukan nama sebenarnya. Gadis cantik berkulit putih ini mengaku baru tiba di Kabupaten Kaur. Sebelumnya gadis yang mengaku berasal dari Jawa Barat ini, berprofesi sebagai pemandu lagu bekerja di salah satu karaoke di Bengkulu Selatan. Obrolan di room karaoke itu berlangsung hangat, sehingga Vina tidak segan untuk berbicara blak-blakan.

Dia mengaku selain menemani tamu bernyanyi, dia juga melayani tamu yang ingin mendapatkan jasanya di kamar. Untuk sekali kencan dengan waktu yang singkat (short time), Vina mematok harga Rp 500 ribu.

Siap Apa Saja

Namun jika tamu ingin layanan long time, cukup merogoh Rp 1 juta. Namun, itu belum termasuk sewa kamar. Karena dia tidak menyediakan tempat. Dia bersedia dibawa tamu ke mana saja, setelah ada kesepakatan harga.

“Kalau abang mau (Open BO) bisa, tapi setelah kami mandu lagu, sekitar pukul 01.00 WIB, kalau saya tidak mengunakan aplikasi online. Untuk satu kali open BO cukup Rp 500 ribu saja," kata Vani mencoba bersikap genit.

Di karaoke tempatnya bekerja, Vina menceritakan kalau tidak hanya cewek dari Kabupaten Kaur saja yang menjadi PL. Ada juga dari Lampung, Jakarta, Jawa Barat,  Kota Bengkulu dan Lebong. BACA JUGA: Polisi Identifikasi Empat Pelaku Begal

Kebanyakan PL dari luar provinsi, mereka memiliki kontrak kerja dengan manajemen karaoke, selain gaji mereka juga disediakan mess sebagai tempat tinggal. Sedangkan PL lokal, mereka hanya panggilan saja, ketika tamu yang datang banyak memesan jasa PL. Rata-rata umur  PL tersebut berkisar dari 19 tahun gingga 29 tahun.

Vani biasanya tidak memilih pelanggan yang memesan jasa plusnya. Ketika sudah ada kesepakatan harga, dia akan menerima siapa saja. Dia juga bercerita, uang yang didapat saat melayani tamu, tidak semuanya dikantongi. Ada juga bagian Mami yang harus diberikan.

Ada Bagian Mami

"Saya kan baru bang,  saya buka harga open BO segitu lah bang (Rp 500 ribu)  karena kami juga harus setor ke Mami (Mucikari, red)  sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Tidak perlu abang ketemu dan nego-nego dengan Mami cukup dengan saya saja," Kata Eldira.

Sementara itu, PL lainnya yang juga berasal dari bandung, sebut saja namanya --Cantik (19)—bukan nama sebenarnya, mengaku bekerja menjadi PL di salah satu karaoke di Kabupaten Kaur sudah tiga bulan. Ia datang dari Kota Bandung ke Kaur bersama satu temannya. Selama dia bekerja menjadi PL, tamunya dari berbagai kalangan. Ada yang hanya sekadar ditemani bernyanyi, ada juga yang meminta layanan lebih di kamar. BACA JUGA: Komplain Tagihan, Pengunjung Karaoke Dilempar Gelas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

"Kalau saya untuk open BO, seribu  (Rp 1 Juta). Untuk tamu ada yang masih pelajar dan ada juga yang sudah dewasa," sampai Cantik.

Tamu yang menggunakan jasa open BO dirinya, biasanya menggunakan salah satu hotel di Kaur Selatan. "Bisanya untuk open BO,  di hotel,” katanya sembari menunjuk ke arah alamat hotel. (wij)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: