HONDA

Sumur Tercemar Warga Resah, Pemicunya Terindikasi Aktivitas Tambak

Sumur Tercemar Warga Resah, Pemicunya Terindikasi Aktivitas Tambak

 

KAUR, rakyatbengkulu.com – Tambak udang rakyat terbentang sepanjang pinggir pantai Kabupaten Kaur.

Selain memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun tambak udang ini juga menimbulkan masalah yang disebabkan limbah air buangan kolam tambak.

Heri Suwandoyo (48), warga Desa Pengubaian, Kecamatan Kaur Selatan mengungkapkan khusus di wilayah Pantai Pangubayan, masih banyak pemilik usaha tambak udang yang tidak melakukan pengolahan limbah sesuai dengan standar pengolahan limbah. BACA JUGA; Retribusi Tambak Udang Baru Rp 442 Juta

Tahun 2016, sebelum masuknya tambak udang yang mayoritas berasal dari Lampung ini, sumur  di wilayah ini tidak terasa asin.

Keseharian dalam melakukan aktivitas masak, mencuci dan memasak air minum semua bersumber dari sumur.

Namun setelah memasuki tahun 2018, ketika tambak udang mulai beroperasi, tambah Heri, sumur yang biasa digunakannya sehari-hari terasa asin, dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

“Jarak sumur kami dengan lokasi tambak ini lebih kurang 100 meter.

Soal masalah pencemaran ini sudah pernah kami diskusikan dengan salah satu pemilik tambak di Pangubayan.

Pihak tambak menanggapinya dengan bersedia membangunkan sumur pengganti bagi warga.

Tapi masalahnya sejak dibuat, sumur tersebut hingga saat ini juga tidak bisa kami gunakan, karena airnya juga terasa asin di waktu tertentu,” ungkap Heri. BACA JUGA: Jaring Pelajar Terbaik Masuk STTD

Dianggap Biasa

Terpisah, Ketua Forum Peduli Masyarakat Kaur, Ilham Mezantra Afajrie S.Hut M.Ling menjelaskan permasalahan pencemaran yang disebabkan oleh limbah pembuang air tambak memang sering terjadi, namun tetap dianggap biasa.

Tambak udang lanjutnya,  beberapa kali dalam satu minggu menganti air.

Serta,  menambah air baru yang disedot langsung dari air laut.

“Kita lihat pengawasan yang lemah dari dinas terkait,” ujarnya.

Ilham menambahkan, saat ini ditemukan sumur tercemar yang terindikasi residu dari kolam endapan.

“Ke depan mungkin bakal ada wabah penyakit baru, yang terjangkit dari konsumsi hasil laut yang ada,” ujarnya. BACA JUGA: Mulai 26 April Tol Bengkulu Difungsikan Gratis, Tetap Pakai Kartu

Belum Ada Laporan

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kaur, Henry Faizal SE M.Si mengaku belum ada laporan terkait pencemaran sumur milik warga tersebut.

Namun, ke depan DLH akan melakukan pengecekan dan pengambilan sampel air

“Nanti kita koordinasikan dulu terkait pencemaran ini. Baca Selanjutnya>>>

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: