Waspadai Bahaya Terorisme, Kecamatan Kota Mukomuko Gelar Sosialisasi Bersama Satgaswil
Waspadai Bahaya Terorisme, Kecamatan Kota Mukomuko Gelar Sosialisasi Bersama Satgaswil--Bayu/Rakyatbengkulu.com
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kecamatan Kota Mukomuko menggelar Sosialisasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme, Kamis 18 September 2025 bertempat di Aula Kantor Camat Kota Mukomuko.
Kegiatan ini menghadirkan langsung Tim Pencegahan dari Satgaswil Bengkulu Anti Teror Polri sebagai narasumber.
Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bahaya paham radikal dan aksi terorisme, serta dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Camat Kota Mukomuko, Yulia, SE, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Sambut HUT Lalu Lintas ke-70, Polres Mukomuko Gelar Aksi Polwan Simpatik di Jalan Raya
BACA JUGA:Irigasi Rusak Hambat Produksi, 250 Hektare Sawah di Bengkulu Utara Terancam
"Saya mengharapkan agar peserta sosialisasi ini dapat mendeteksi dari dini hal-hal yang berkaitan dengan paham radikal dan terorisme tersebut, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan kedepannya," ujar Camat.
Yulia juga menekankan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah preventif untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Kecamatan Kota Mukomuko dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Dengan adanya sosialisasi tersebut, kami mengajak agar masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan gerakan radikalisme, yang menurutnya pelaksanaan dapat dimulai dari lingkungan sekitar kita," tegasnya.
Sosialisasi ini juga menjadi wadah untuk membangun dialog konstruktif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
BACA JUGA:Tiga Kursi Strategis Kosong, Pemkab Seluma Cari Plt yang Tepat
BACA JUGA:Simak Info Astra Motor Bengkulu, Ini Efek Membiarkan Shockbreaker Rusak pada Motor
Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap bahaya laten intoleransi dan terorisme.
"Dengan adanya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh masyarakat, diharapkan lingkungan yang damai dan harmonis dapat terus terjaga," tutup Yulia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

