Call Center 117 Disiagakan, BPBD Mukomuko Perkuat Respons Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST--
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam dua hari terakhir mulai berdampak di sejumlah wilayah.
Kondisi ini mendorong BPBD memperkuat sistem respons cepat guna meminimalkan risiko bencana.
Salah satu langkah yang dioptimalkan adalah pengoperasian layanan call center darurat 117 yang aktif 24 jam setiap hari. Layanan ini menjadi jalur pelaporan bagi masyarakat saat terjadi bencana di lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Umumkan 3 Besar JPT Pratama 2026 dari 11 OPD, Berikut Nama-Namanya
BACA JUGA:13 Kasus DBD Tercatat, Dinkes Kota Bengkulu Ingatkan Ancaman Pasca Banjir
“Saat ini curah hujan di wilayah Mukomuko cukup tinggi. Untuk mempercepat penanganan, kami membuka layanan call center agar masyarakat bisa segera melaporkan kejadian yang terjadi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST.
Menurutnya, cuaca ekstrem berpotensi memicu berbagai bencana seperti banjir, angin kencang, puting beliung, tanah longsor, hingga gelombang laut tinggi.
BPBD juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran air, serta memangkas pohon yang berpotensi membahayakan.
Layanan call center 117 disebut menjadi bagian dari sistem terpadu penanganan bencana, yang terhubung langsung dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Lantik 186 PNS Baru, Tekankan Integritas dan Disiplin
BACA JUGA:Kai Havertz Jadi Pahlawan, Arsenal Segel Kemenangan Menit Akhir di Markas Sporting CP
Selain itu, penanganan di lapangan juga melibatkan koordinasi lintas instansi, seperti Basarnas, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya guna mempercepat respons saat terjadi bencana.
“Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan. Dengan melaporkan lebih cepat dan menjaga lingkungan, penanganan bisa dilakukan lebih dini sehingga risiko bencana dapat diminimalkan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




