Mereka mulai berkecambah dan menyusup ke dalam jaringan daun, menghasilkan bercak - bercak yang khas.
BACA JUGA:Apa Dampak Gunakan Garam Sebagai Pupuk Tanaman Kelapa Sawit?
BACA JUGA:Penerima Program Replanting Menurun, 6 Ribu Hektare Lahan Kebun Kelapa Sawit Direplanting
Faktor-faktor Penyebab
Penyebaran penyakit ini didukung oleh beberapa faktor lingkungan, seperti:
- Kelembaban yang tinggi: Daerah dengan curah hujan yang tinggi atau kelembaban yang konsisten cenderung menjadi lokasi utama berkembangnya Cephaleuros virescens.
- Kondisi ventilasi yang buruk: Kebun kelapa sawit yang terlalu rapat tanpa sirkulasi udara yang baik akan memperparah kondisi infeksi.
- Drainase yang buruk: Air yang tergenang di area perkebunan menciptakan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan alga.
BACA JUGA:Apa Dampak Gunakan Garam Sebagai Pupuk Tanaman Kelapa Sawit?
BACA JUGA:Penerima Program Replanting Menurun, 6 Ribu Hektare Lahan Kebun Kelapa Sawit Direplanting
Dampak Terhadap Tanaman:
- Meskipun infeksi, Cephaleuros virescens jarang menyebabkan kematian tanaman secara langsung.
Penyakit ini dapat mengganggu proses fotosintesis tanaman karena banyaknya daun yang rusak atau mati.
- Jika tidak ditangani, penurunan produktivitas kelapa sawit bisa terjadi karena tanaman tidak dapat memanfaatkan energi secara maksimal untuk pembentukan buah.
Cara Pengendaliannya:
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Bengkulu September 2024 Turun ke Rp2.600 per Kilogram
BACA JUGA:Ini Dia Harga Jual Terbaru TBS Kelapa Sawit di Bengkulu yang Ditetapkan Dinas TPHP
- Sanitasi kebun: Mengurangi kelembaban di sekitar kebun dengan cara memangkas tanaman yang terlalu rapat dan memastikan adanya sirkulasi udara yang baik di antara tanaman.
- Pengendalian kimiawi: Penggunaan fungisida tembaga seperti tembaga hidroksida atau tembaga oksiklorida dapat mengendalikan penyebaran alga ini.