HONDA

Laba Empat Bank BUMN Meroket

Laba Empat Bank BUMN Meroket

PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI baru saja meresmikan pembukaan representative office (kantor per- wakilan) di Amsterdam sebagai strategi pengembangan jaringan bisnis globa--

JAKARTA, rakyatbengkulu.disway.id – Bank-bank pelat merah atau himpunan bank negara (Himbara) menorehan peforma apik sepanjang semester I 2022. Keempat bank tersebut adalah BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN. Sebagian besar mencatatkan laba di atas 50 persen.

“Misalnya, laba BNI naik 75 persen dari Rp 5 triliun menjadi Rp 8,8 triliun pada semester I 2022. Pertumbuhan kinerja organik berbasis layanan digital yang dilakukan BNI menghasilkan Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) atau pendapatan operasional sebelum pencadangan yang kuat dan tertinggi dalam sejarah kinerja BNI.

Tentu ini pencapaian yang begitu luar biasa dari bank-bank kebanggaan negeri,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Jakarta, akhir pekan lalu (29/7).

Erick menilai melesatnya laba bersih bank-bank BUMN menjadi bukti transformasi yang dijalankan para direksi dan komisaris berkontribusi besar dalam peningkatan kinerja. Baik dari proses bisnis hingga digitalisasi, membuat cara kerjanya menjadi lebih efisien.

BACA JUGA:Blokir PayPal Dibuka Sementara, Manfaatkanlah, 6 Layanan masih Diblokir

“Hal itu terlihat dari penurunan biaya operasional, beban dana yang terjaga, dan kualitas kredit yang terus membaik,” tuturnya.

Erick menambahkan, capaian Himbara juga berangkat dari komitmen refocusing bisnis dengan memiliki segmentasi yang berbeda.

BRI sebagai bank rakyat yang fokus dalam pembiayaan UMKM dan masyarakat pedesaan, Bank Mandiri menggarap sektor korporasi dan UMKM yang ada di perkotaan.

BTN tetap pada core bussiness di sektor perumahan. BNI menjadi bank internasional dengan segmentasi kepada diaspora, pekerja migran, dan sektor ekspor. Selain itu, Erick juga meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi rumah bagi pengembangan ekosistem industri halal Indonesia.

BACA JUGA:Resmi, Bank Bengkulu Ber-Sinergi dengan Bank BJB

“Jadi tidak ada lagi cerita antarbank BUMN rebutan nasabah, sudah enggak zamannya lagi, ini waktu kolaborasi, bukan lagi jalan sendiri-sendiri,” beber Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu.

Mantan Presiden Inter Milan itu menegaskan, Himbara untuk fokus membantu pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan terhadap sektor UMKM.

Dibandingkan negara-negara tetangga, proporsi pembiayaan UMKM yang sebesar 20 persen masih tertinggal dibandingkan Malaysia dan Thailand yang sudah mencapai 50 persen.

“Himbara ini tumpuan utama pemerintah dalam menggenjot peningkatan pembiayaan untuk UMKM. Hingga saat ini, kontribusi KUR Himbara terhadap KUR nasional sudah mencapai Rp 260 triliun dari total KUR yang sebesar Rp 282 triliun.

BACA JUGA: Manjakan Pelanggan, Fafana Frozen Food Hadirkan Outlet ke II

Artinya, 92,4 persen datang dari Himbara, ini yang akan terus kita dorong,”paparnya. Sementara Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengatakan, kinerja Himbara tergolong positif sejauh ini.

Terlebih, Himbara disebut diandalkan oleh banyak pihak untuk menjadi pionir dalam menggairahkan sektor riil. Dia menilai bankbank milik pemerintah ini aktif mencari ceruk pertumbuhan berkualitas di masa pandemi agar penyaluran dapat tumbuh lebih positif pada tahun kedua pandemi.

Menurut Paul, hal ini pula yang akhirnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja kembali guna meningkatkan kembali kapasitas produksi industri, sekaligus memulihkan daya beli masyarakat.

“Caranya bank pemerintah wajib mengucurkan kredit ke sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Suka tak suka harus menyalurkan kredit ke sektor manufaktur, pertanian, dan infrastruktur,”ujarnya.(agf/dio)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: