HONDA

12 Ribu ASN Akan Diboyong ke IKN Tahun Ini, Secara Bertahap Mulai Juli 2024

12 Ribu ASN Akan Diboyong ke IKN Tahun Ini, Secara Bertahap Mulai Juli 2024

Dilakukan secara bertahap mulai Juli 2024, 12 ribu ASN akan diboyong ke IKN tahun ini.--Menpan.go.id

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Tahun ini, 12 ribu aparatur sipil negara (ASN) akan diboyong ke Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

Dipastikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas.

Adapun pemindahan ASN ini dilakukan secara bertahap mulai bulan Juli 2024.

MenPANRB ini mengungkapkan, 12 ribu ASN ini terdiri dari ASN dengan jabatan pimpinan tinggi (JPT) Madya (eselon I), JPT Pratama (eselon II), Jabatan Administrator, Jabatan Fungsional, sampai Pelaksana dari 38 Kementerian/lembaga.

BACA JUGA:Jakarta Diprediksi Bakal Tenggelam Tahun 2100, Disusul Laos dan Huston, Naiknya Permukaan Air Laut

Diketahui Mereka akan dipindah secara bertahap sampai bulan Desember 2024.

”Pada Kloter pertama pemindahan ASN pada bulan Juli 2024 mendatang, kami mengusulkan kepada Kemenkeu terkait kemungkinan ASN untuk diberikan insentif berupa tunjangan pionir,” ujarnya, Senin, 19 Februari 2024.

Adapun hal ini sebagai bentuk apresiasi untuk para ASN, karena mengingat pada tahap awal pemindahan IKN belum tersedia dukungan-dukungan infrastruktur dan kebutuhan pokok yang lengkap.

BACA JUGA:1 Petugas Linmas Meninggal Dunia, 27 Orang Petugas KPPS dan PPS Sakit

Menteri Anas juga menjelaskan, di dalam penentuan jumlah pegawai ASN Instansi Pusat yang akan dipindah dilakukan melalui beberapa tahap dengan memperhatikan sejumlah prinsip.

Adapun tahapannya yaitu, analisis untuk menapis kementerian/ lembaga dan unit kerja mana saja yang prioritas untuk dipindahkan pada tahap pertama.

Dimana hal tersebut untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap bisa berjalan efektif di masa awal pemindahan.

Nantinya pemerintahan akan sepenuhnya menerapkan sistem digitalisasi.

BACA JUGA:Presiden Joko Widodo Resmikan RSPPN Didampingi Menteri Pertahanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: