9 Fakta Menarik tentang Bekantan, Spesies Primata Endemik Indonesia
9 Fakta Menarik tentang Bekantan, Spesies Primata Endemik Indonesia--Instagram.com/ wwf_id
RAKYATBENGKULU.COM - Bekantan atau Nasalis larvatus, adalah spesies primata yang endemik di Indonesia, terutama di hutan mangrove dan kawasan rawa di Pulau Kalimantan.
Ciri khas bekantan adalah hidungnya yang besar dan menggantung, yang lebih menonjol pada jantan.
Dengan tubuh besar dan bulu berwarna coklat keabu-abuan, bekantan adalah hewan sosial yang hidup dalam kelompok.
Mereka terkenal karena kemampuan bergerak lincah di antara cabang-cabang pohon dan mengandalkan makanan berupa buah-buahan, daun, dan tumbuhan lainnya.
BACA JUGA:10 Fakta Menarik Tentang Hewan Kungkang yang Terkenal dengan Gerakannya yang Lambat
Sayangnya, bekantan terancam oleh kehilangan habitat akibat penebangan hutan dan konversi lahan menjadi perkebunan. Berikut adalah sembilan fakta menarik tentang bekantan:
1. Morfologi
Bekantan memiliki hidung yang panjang dan besar, terutama pada jantan. Hidung ini berfungsi untuk menarik perhatian betina dan membantu resonansi suara. Tubuh bekantan besar dengan bulu coklat kemerahan dan ekor yang cukup panjang.
2. Habitat
Bekantan biasanya ditemukan di hutan bakau dan hutan rawa sepanjang sungai dan pesisir. Mereka sangat bergantung pada ekosistem mangrove, yang menyediakan makanan dan tempat berlindung yang aman.
3. Kebiasaan Makan
Sebagai herbivora, bekantan mengonsumsi berbagai jenis makanan nabati, termasuk daun, buah-buahan, bunga, dan biji-bijian. Mereka terkenal menyukai daun muda dari pohon tertentu.
BACA JUGA:Dikenal Karena Penampilan yang Aneh, Berikut 10 Fakta Menarik Tentang Hewan Platipus
4. Sosial dan Perilaku
Bekantan adalah hewan sosial yang hidup dalam kelompok, yang dapat terdiri dari 10 hingga 40 individu, dipimpin oleh seekor jantan dominan. Mereka sering terlihat bermain, bersosialisasi, dan saling merawat satu sama lain.
5. Aktivitas
Meskipun bekantan adalah hewan nokturnal, mereka juga aktif di siang hari. Mereka sering terlihat bergerak di atas pohon, melompat dari cabang ke cabang, sambil mencari makanan dan berinteraksi sosial.
6. Reproduksi
Musim kawin bekantan berlangsung sepanjang tahun. Betina melahirkan satu anak setelah periode kehamilan sekitar 5-6 bulan. Anak bekantan lahir dengan bulu lebih gelap dan bergantung pada induknya selama beberapa bulan.
7. Sistem Pertahanan
Bekantan tidak memiliki banyak predator alami, tetapi dapat menghadapi ancaman dari harimau, buaya, dan manusia. Saat merasa terancam, mereka biasanya melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi di pohon.
BACA JUGA:Dana BOS, DAK, hingga Tunjangan Guru: Rincian Penggunaan Rp1,55 Triliun untuk Purbalingga
8. Komunikasi
Bekantan menggunakan berbagai suara untuk berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya. Suara mereka bervariasi dari panggilan keras hingga suara lembut, yang digunakan dalam berbagai situasi sosial.
9. Ancaman dan Status Konservasi
Bekantan menghadapi ancaman serius akibat deforestasi, perusakan habitat, dan perburuan.
Mereka termasuk dalam daftar spesies terancam punah oleh IUCN, sehingga upaya konservasi sangat penting untuk melindungi habitat mereka dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan spesies ini.
Bekantan adalah hewan yang unik dan berharga bagi ekosistem Kalimantan. Memahami fakta-fakta tentang bekantan membantu kita menghargai pentingnya konservasi dan perlindungan spesies serta habitatnya.
BACA JUGA:Dana APBN Rp2,14 Triliun Mengalir ke Pemalang, Apa Saja Penggunaannya?
BACA JUGA:APBN Alokasikan Rp1,62 Triliun untuk Pembangunan Pekalongan di Tahun 2025
Upaya kolektif sangat diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup bekantan dan ekosistem yang mereka huni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: