Penyaluran Zakat ASN di Mukomuko Baru 60 Persen, Pemkab Bidik Target Rp5 Miliar per Tahun
Kabag Kesra Setdakab Mukomuko Amri Kurniadi, S.Ag --Bayu Erisman Putra/rakyatbengkulu.com
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Optimalisasi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Hingga awal Agustus 2025, realisasi penyaluran zakat baru mencapai sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mukomuko, Amri Kurniadi, S.Ag, mengungkapkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mukomuko telah memfasilitasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui bendahara masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Namun, partisipasi ASN masih rendah, terutama di beberapa OPD tertentu.
“Surat edaran bupati sudah jelas mewajibkan ASN menyalurkan zakat lewat bendahara OPD. Sayangnya, realisasi di lapangan belum maksimal,” kata Amri, Minggu (3/8/2025).
Dari total 34 OPD di lingkungan Pemkab Mukomuko, sebagian besar telah menjalankan pengumpulan zakat, namun masih ada yang belum optimal, terutama unit baru dan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Pemerintah daerah berencana meningkatkan sosialisasi kewajiban zakat sekaligus memperkuat regulasi agar penyaluran ZIS menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan ASN.
BACA JUGA:Ratusan Jamaah Gagal Berangkat Umroh, Dugaan Penipuan Travel di Bengkulu Dibongkar
BACA JUGA:Pilrek Unib 2025 Memanas! Prof. Agustin Zarkani Usung Program Remunerasi untuk Dosen TUBEL
Selain itu, Pemkab tengah menyiapkan dukungan anggaran operasional untuk Baznas sebesar Rp100 juta pada APBD 2026, agar lembaga tersebut tidak bergantung pada dana zakat yang seharusnya disalurkan seluruhnya kepada mustahik.
Saat ini, dana zakat yang berhasil dikumpulkan Baznas Mukomuko mendekati Rp1 miliar.
Namun potensi zakat sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



