Dalam Sebulan, 7 Kasus Penganiayaan Berat Guncang Kota Bengkulu
Korban penganiayaan berat terlihat terbaring di tempat perawatan rumah sakit, beberapa waktu yang lalu--Foto KORANRB.ID
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Deretan kasus penganiayaan berat yang terjadi sepanjang Agustus 2025 membuat situasi keamanan di Kota Bengkulu menjadi kekhawatiran masyarakat.
Hanya dalam kurun waktu satu bulan, kepolisian mencatat sedikitnya 7 peristiwa berdarah dengan latar belakang yang beragam, mulai dari ulah geng motor hingga pertikaian kecil yang berujung serius.
Kasus terbaru menimpa seorang satpam DPRD Provinsi Bengkulu.
Peristiwa ini semakin menambah daftar panjang catatan hitam tindak kekerasan di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Rektor UHO Prof. Armid Dimakamkan di TPU Punggolaka Kendari
BACA JUGA:Budisatrio Djiwandono Resmi Jadi Ketum Karang Taruna 2025-2030
Polisi memastikan hingga kini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku di balik kejadian itu.
Rentetan peristiwa dimulai sejak 1 Agustus di Jalan Zainul Arifin dengan korban bernama Indara.
Beberapa hari kemudian, 4 Agustus, laporan serupa masuk dari Jalan S. Parman dengan pelapor Putra Ariansya.
Gelombang kekerasan berlanjut pada 8 Agustus di Jalan Jambu Sawa Lebar, disusul kasus lain di Jalan Kampar pada 10 Agustus.
BACA JUGA:UI Minta Maaf Usai Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Bangun Jalan Air Muring–Tanjung Harapan, Siapkan Rp2 Triliun Infrastruktur 2026
Belum genap seminggu, 18 Agustus kembali terjadi penganiayaan di Jalan Sepakat dengan pelapor Syska, sehari berselang 19 Agustus, giliran Wega Febriansya yang menjadi korban di Jalan S. Parman.
Terakhir, 23 Agustus, polisi menerima laporan di Jalan Kapuas dengan pelapor Sahrul.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

