Update Data Banjir Bengkulu: 10.868 Jiwa Terdampak, Pendataan Masih Berjalan
Update Data Banjir Bengkulu: 10.868 Jiwa Terdampak, Pendataan Masih Berjalan--
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu 5 April 2026 sore, telah menyebabkan banjir yang menggenangi hampir seluruh wilayah Kota Bengkulu.
Hingga Selasa 7 April 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu masih melakukan pendataan, seiring terus bertambahnya jumlah warga terdampak di sembilan kecamatan.
Hingga saat ini tercatat sekitar 2.717 KK, serta sebaran warga terdampak sekitar 10.868 Jiwa, dan saat ini masih proses pendataan dilakukan secara intensif sejak hari pertama kejadian.
Selain itu, BPBD juga mencatat bangunan terdampak, yakni terdapat satu sekolah terdampak dan satu bangunan masjid.
BACA JUGA:Perkiraan Akar Bencana Lebong: Krisis Ekologi dan Luka Terdalam Kelompok Rentan
BACA JUGA:Harga Emas Antam Melesat Rp19.000, Kini Bertengger di Level Rp2.850.000 per Gram
Kepala BPBD Kota Bengkulu melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Denny Martin, menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan verifikasi dan rekapitulasi data di lapangan.
“Sejak Senin hingga hari ini kami masih terus melakukan pendataan dan merekap jumlah korban terdampak banjir di Kota Bengkulu,” ujar Denny, saat dikonfirmasi, Selasa 7 April 2026.
Menurutnya, dari total sembilan kecamatan, sebagian besar wilayah telah melaporkan dampak banjir dengan jumlah korban yang bervariasi.
Kondisi ini membuat BPBD harus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh data terakomodasi dengan akurat.
Di tengah proses pendataan yang masih berjalan, BPBD bersama sejumlah instansi juga bergerak menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.
BACA JUGA:Imunitas Jangan Tumbang! Cara Efektif dan Tips Menjaga Kesehatan Saat Banjir Melanda
BACA JUGA:Isi BBM Berulang di Banyak SPBU, Pengunjal Biosolar di Bengkulu Tengah Diciduk Polisi
“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Baznas, dan Dinas Kesehatan. Kami berkolaborasi dan berbagi lokasi dalam penyaluran bantuan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




