
“Soal kesulitan, selalu ada, khususnya dalam kordinasi antara Panitia Pusat dan Panitia daerah, karena beberapa detil terkadang berubah sesuai dinamika. Tetapi ini hal biasa. Sejak menjadi Sekjen pada tahun 2008 dan terlibat intensif dalam kepanitiaan, hal seperti itu lumrah. Untung saja teman-teman di Panitia Pusat sudah menjadi pelaksana berkali-kali, jadi sudah faham dan memaklumi. Kordinasi selalu menjadi tantangan sampai menit-menit terakhir pelaksanaan, baik untuk seminar maupun untuk Puncak Acara HPN.”
Soal biaya; Karena sudah ada MoU antara PWI Pusat dan Pemprov Kalsel dalam hal ini Dinas Kominfo, seluruh pembiayaan ditanggung Pemprov Kalsel.
Apakah sukses HPN 2025 bisa jadi pendorong terjadinya konsilidasi di tubuh PWI Pusat? “Wah tidak tahu juga. Kami sebagai PWI Pusat yang sah, yang memiliki SK Kemenkumham nomer AHU-0000946.01.08.AH. Tahun 2024 tanggal 9 Juli 2024, selalu terbuka untuk rekonsiliasi. Tidak tahu bagaimana kubu sebelah yang mengatakan ingin rekonsiliasi tetapi terus membuat pemberitaan buruk cenderung fitnah atas kegiatan kami.”
Sedang Bambang Sadono menilai, PWI masih eksis, baik bagi anggota, pemerintah, maupun masyarakat. Karena itu para elite yang sekarang bertengkar seharusnya malu, dan bertanggungjawab atas morosotnya citra organisasi.
“PWI harus bersatu, siapapun yang merasa pemimpin PWI saat ini, harus segera mencari jalan kembali organisasi ini di tengah masyarakat, khususnya komunitas profesi jurnalistik. Jangan ego masing-masing menjadikan organisasi jadi bahan cemoohan.”
Tradisi PWI yang menonjolkan rasa kekeluargaan, senasib, sepenanggungan, menurut Bambang, harus diteruskan. “Jangan suka bertengkar dengan temannya sendiri. Ngumbar aib teman, sama dengan mengumbar aib sendiri.”
BACA JUGA:Perkembangan Karakter: 5 Pola Asuh Orang Tua yang Membentuk Anak Keras Kepala
BACA JUGA:Anti Drama! 4 Shio Ini Paling Tenang dan Gak Suka Ribet dalam Hidup
Zainal Helmie, Ketua PWI Kalimantan Selatan yang juga Wakil Ketua Pelaksana HPN 2025, sependapat bahwa apa yang disebut Bambang Sadono merupakan modal sukses HPN 2025. Rasa kekeluargaan merupakan kunci sukses pelaksanaan HPN 2025, termasuk keharmonisan di tubuh PWI Kalsel sendiri.
Semua pengurus hingga anggota sama-sama berkomitmen kuat agar jalannya HPN lancar, tanpa hambatan. Pembagian job description diatur dengan jelas dan terarah. Sehingga, siapa melakukan apa dalam kepanitian daerah berjalan terarah. Begitu pula hubungan-hubungan koordinasi dengan SKPD leading sector dalam pelaksanaan HPN, yaitu Diskominfo Kalsel serta beberapa SKPD lainnya terkoordinasi dengan baik. Sebagai tuan rumah, pihak-pihak yang terkait HPN punya satu tujuan: HPN Sukses, Pelayanan Baik.
Dari data kehadiran 30 provinsi yg sebagian besar dipimpin Ketua PWI, menunjukkan dukungan besar kepada HCB. “Harusnya, harapan saya, menjelang Ramadan ini ada islah dan saling maaf dan instrospeksi diri,” kata Helmie.
Lalu adakah kesulitan mempersiapkan dan melaksanakan HPN kali ini, mengingat Kalsel sebelumnya telah di tiga menjadi tuan rumah HPN? “Setiap pelaksanaan event tentu ada kendala dan permasalahan. Namun, semua dapat terurai dengan baik dengan komitmen dan kesadaran akan tugas dan fungsi yang dijalankan dalam kepanitian.”
“Memanajemeni lalu lintas kerja dan kontrol di setiap kompartemen di kepanitian memudahkan dalam monitoring deteksi persoalan yang muncul. Sehingga dengan cepat dicarikan jalan keluar. Jika membandingkan dengan pelaksanaan HPN sebelumnya di Kalsel, agenda tahun 2025 sebenarnya relatif lebih mudah. Karena, ada sebagian kerja-kerja kepanitian diserahkan dengan pihak ketiga, dalam hal ini Event Organizer. Tetapi, dari segi kelancaran dan kesuksesan, hampir serupa saja.”
Apa keuntungan Kalsel sebagai tuan rumah HPN? “Keuntungan yang berdampak kepada Kalsel sebagai tuan rumah pelaksanaan HPN 2025 dapat dilihat dari berbagai parameter. Seperti, terjadi pergerakan di sektor ekonomi. Kontingan dari berbagai provinsi dan tamu dari seluruh penjuru di Indonesia menjadikan Kalsel sebagai destinasi kedatangan. Setidaknya tanggal 6 – 10 Februari 2025. Hal ini menimbulkan dampak di sektor penerbangan, transportasi darat, dan perhotelan. Kedatangan peserta dan tamu tersebut juga menggerakkan sektor UMKM, kuliner, tempat wisata dan cendera mata lokal. Lebih dari itu, keuntungan sebagai tuan rumah pelaksanaan HPN 2025 adalah meninggalkan kesan baik di mata peserta dan tamu.”
Apa yang paling berkesan bagi Anda di HPN kali ini? Setiap rangkaian kegiatan, mulai seminar2, jalan santai, bakti sosial hingga puncak HPN antusias peserta sangat besar. Apalagi tema yang diusung disesuaikan dengan program pemerintah, yakni Pers selalu mengutamakan kepentingan bangsa, negara, dan rakyat.
M Iqbal Irsyad, Sekjen PWI Pusat yang juga Wakil Penangung Jawab HPN 2025 mendukung pendapat Helmie. Kunci sukses HPN Kalsel tahun ini menurut dia adalah kekompakan pengurus dan panitia menjadi kunci utama. Baik panitia pusat maupun lokal bekerja keras tanpa henti. Selain itu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terutama melalui lobi Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, juga sangat signifikan dalam menyukseskan acara.