Samling Berbasis QRIS Resmi Diluncurkan, Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah
Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian Melaunching Samling dengan sistem Pembayaran Digital--Riko/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu meluncurkan layanan Samsat Keliling (Samling) berbasis pembayaran nontunai menggunakan QRIS sebagai upaya mempercepat digitalisasi pelayanan publik sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Program Samling digital ini diluncurkan secara serentak melalui kolaborasi Pemprov Bengkulu, Bank Indonesia, dan Bank Bengkulu, serta dihadiri hampir seluruh kepala daerah se-Provinsi Bengkulu. Pada tahap awal, layanan Samling diterapkan melalui 10 unit yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian, menyampaikan bahwa peluncuran Samling berbasis pembayaran digital bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam mengadopsi sistem pembayaran modern yang telah digunakan secara luas.
“Alhamdulillah, atas nama Pak Gubernur, hari ini bersama Bank Indonesia, Bank Bengkulu, dan para kepala daerah kita resmi melaunching Samling. Ini bukan kegiatan seremonial, tapi langkah nyata. QRIS terus digaungkan oleh Bank Indonesia sebagai pusat sistem pembayaran nontunai yang sudah diakui mancanegara, dan Bengkulu tidak boleh tertinggal,” ujar Mian.
BACA JUGA:Lelang Kendaraan Dinas R4 Pemkab Mukomuko Dijadwalkan Usai Lebaran 2026
Ia menegaskan, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, Provinsi Bengkulu harus bergerak cepat dalam mengimplementasikan transaksi non-tunai, khususnya pada sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan penerimaan daerah.
“Setiap kesempatan selalu disampaikan oleh Bank Indonesia bahwa QRIS adalah masa depan sistem pembayaran. Maka Bengkulu harus cepat menyesuaikan diri, termasuk dalam pembayaran pajak, retribusi, dan layanan publik lainnya,” lanjutnya.
Menurut Mian, kehadiran Samling berbasis digital menjadi instrumen penting dalam optimalisasi PAD, terutama dari sektor pajak kendaraan bermotor yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan daerah.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Bengkulu telah membentuk Satuan Tugas Optimalisasi PAD yang bekerja berbasis data, mulai dari jumlah kendaraan, tipe kendaraan, hingga distribusinya di seluruh kabupaten dan kota.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp14.000, Kini Tembus Rp2.954.000 per Gram
BACA JUGA:Bengkulu Percepat Digitalisasi, Pajak Kendaraan hingga Belanja UMKM Wajib Non-Tunai
“Kita sudah punya satgas optimalisasi PAD. Berdasarkan jumlah dan tipe kendaraan, distribusinya di kabupaten/kota, kita yakin target PAD akan lebih optimal. Bahkan, tadi saya bicara dengan Pak Wali Kota, grafik penerimaan nanti akan cukup menanjak, hanya dari opsen saja,” jelas Mian.
Ia menambahkan, peningkatan PAD akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan dan pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

