HONDA

Domisili ASN Bengkulu Tengah Jadi Sorotan: 31 Pejabat Sudah Patuh, 4 Lagi Masih Bandel

Domisili ASN Bengkulu Tengah Jadi Sorotan: 31 Pejabat Sudah Patuh, 4 Lagi Masih Bandel

Domisili ASN Bengkulu Tengah Jadi Sorotan: 31 Pejabat Sudah Patuh, 4 Lagi Masih Bandel--Foto KORANRB.ID

RAKYATBENGKULU.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menunjukkan keseriusannya dalam menata kedisiplinan dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN) melalui program “ASN Berdikari” yang menjadi bagian dari gebrakan 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah.

Salah satu poin penting dari program ini adalah kewajiban seluruh ASN, khususnya pejabat eselon II, untuk berdomisili di wilayah Bengkulu Tengah dan memiliki KTP setempat. 

Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen untuk mendekatkan ASN dengan wilayah kerja dan masyarakat yang mereka layani.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bengkulu Tengah, Ayatul Mukhtadin, SH mengungkapkan bahwa dari total 35 pejabat eselon II, sebanyak 31 di antaranya telah mematuhi kebijakan tersebut.

BACA JUGA:Dinas Damkarmat Mukomuko Akan Gelar Simulasi Kebakaran di 5 Kecamatan, Libatkan 200 Warga

BACA JUGA:Bupati Gusnan Optimis Bengkulu Selatan Raih Opini WTP atas LKPD 2024

"98 persen sudah berdomisili di Bengkulu Tengah, hanya sedikit saja pejabat eselon II yang belum berdomisili di Bengkulu Tengah, yakni 4 orang. Kami tidak bisa memberitahu siapa 4 orang tersebut, sebab saat ini masih berproses," katanya.

Dinas Dukcapil menargetkan, seluruh pejabat eselon II akan selesai melakukan perpindahan domisili sebelum masa 100 hari program kerja berakhir. 

Apabila masih ada yang belum memenuhi syarat, laporan akan langsung disampaikan ke Bupati.

"Kalau untuk sanksi, belum ada. Namun kemungkinan apabila ada pejabat yang tidak mengikuti program tersebut akan dievaluasi oleh Bupati dan Wakil Bupati," jelas Ayatul.

Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST, M.AP, dalam beberapa kesempatan telah menegaskan bahwa sikap ASN terhadap kebijakan ini menjadi tolok ukur kepedulian dan keseriusan mereka sebagai abdi negara.

BACA JUGA:Nelayan Bengkulu Selatan Keluhkan SPBU Nelayan Tak Beroperasi Sejak Januari 2025

BACA JUGA:Bupati Gusnan Optimis Bengkulu Selatan Raih Opini WTP atas LKPD 2024

"Saya tidak bisa mentolerir jika masih ada pejabat atau ASN yang masih tidak bisa memindahkan KTP dan KK ke Bengkulu Tengah. Saya ingin ASN berkorban, sebab dari sinilah kita akan mengukur kepedulian pejabat atau ASN terhadap program Bupati dan Wakil Bupati," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait