HONDA

Ternyata Sejarah Penggunaan Mata Uang di Peradaban Islam Mulai Berlaku di Masa Kepemimpinan Khalifah Ini

Ternyata Sejarah Penggunaan Mata Uang di Peradaban Islam Mulai Berlaku di Masa Kepemimpinan Khalifah Ini

Ternyata di masa kepemimpinan khalifah ini sejarah penggunaan mata uang di peradaban Islam mulai berlaku.--Foto: Ilustrasi Freepik.com/ User3802032

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Berdasarkan sejarah peradaban Islam tercatat, masyarakat Muslim mulai mengadopsi penggunaan dirham dan dinar dari peradaban Persia, yang saat itu dipimpin Raja Sasan bernama Yezdigird III. 

Oleh bangsa Persia ini menyebut mata uang koin perak ini dengan sebutan drachm.

Diketahui umat Islam mulai menggunakan dirham dan dinar sebagai alat transaksi  pada era kepemimpinan dari kekhalifahan Umar bin Khattab.

Menurut catatan sejarah, berikut penggunaan mata uang koin pada peradaban Islam, antara lain:

BACA JUGA:Ditemukan di Negara Ini, Sejarah Uang Kertas Pertama Kali Dipakai di Dunia

1. Masa Kekhalifahan Umayyah (tahun 661 sampai 750 Masehi)

Di masa awal kekuasaannya, Dinasti Umayyah ini telah memakai koin perak Sassanin untuk di wilayah Irak dan Iran. Sedangkan untuk wilayah Suriah dan Mesir yang dipakai koin emas dan tembaga.

Di masa kepemimpinan Khalifah Abdalmalik bin Marwan (tahun 685 sampai 705 Masehi) mulai mencetak koin emas pada tahun 961 Masehi.

Hal ini merupakan upaya untuk menyatukan wilayah-wilayah yang dikuasai dinasti Umayyah. Adapun di pinggiran koin emas tersebut tertulis kalimat bismilah dan syahadat.

Kemudian pada 2 tahun setelahnya, Dinasti Umayyah kemudian mencetak koin perak atau dinar, dan di koin tersebut tercantum kalimat bismilah.

BACA JUGA:Panen Uang Malam Hari! Simak Beberapa Pekerjaan yang Bisa Lakoni untuk Hasilkan Uang

Sedangkan koin emas dicetak secara khusus di Damaskus  yang merupakan ibu kota dari Dinasti Umayyah. 

Pada era khalifah selanjutnya, Dinasti Umayyah mencetak uang dinar yang mempunyai nilai setengah dan sepertiga dinar. Adapun untuk ukuran dan beratnya jauh lebih kecil dan ringan daripada uang koin yang bernilai satu dinar. 

Selanjutnya Setelah Dinasti Umayyah ini menguasai Afrika Utara dan Spanyol, Dinasti Umayyah mulai membangun percetakan uang koin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: