HONDA

Kisah Mahapatih Gajah Mada, Lahir dengan Cara Memancar dari Buah Kelapa Sebagai Jelmaan Sang Hyang Narayana

Kisah Mahapatih Gajah Mada, Lahir dengan Cara Memancar dari Buah Kelapa Sebagai Jelmaan Sang Hyang Narayana

Lahir dengan cara memancar dari buah kelapa sebagai jelmaan Sang Hyang Narayana, kisah Mahapatih Gajah Mada.--Foto: Facebook.com/Fushigurofaizal

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Berdasarkan pada kitab Babad Gajah Mada, yang menceritakan tentang seorang pendeta muda yang bernama Mpu Sura Dharma Yogi dan mempunyai istri yang bernama Patni Nari Ratih.

Istri Mpu Sura Dharma Yogi ini merupakan pemberian dari gurunya Mpu Raga Gunting atau yang dijuluki Mpu Sura Dharma Wiyasa. 

Mpu Sura Darma Yogi kemudian membuat huma atau ladang pada sebelah selatan Lembah Tulis.

Patni Nari Ratih istrinya menetap di pertamanan, Patni Nari Ratih hanya sesekali menengok sang suami di ladang tersebut.

Karena paras Patni Nari Ratih yang cantik Dewa Brahma pun jatuh cinta kepadanya. Di suatu ketika Patni Nari Ratih ini diperkosa oleh Dewa Brahma pada gubuk yang sepi.

BACA JUGA:Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama di Sumatera Sebelum Kerajaan Samudera Pasai

Kejadian ini kemudian diceritakan Patni Nari Ratih kepada sang suaminya.

Mereka akhirnya pergi mengembara selama berbulan-bulan lamanya, hingga ketika sang bayi dalam kandungan sudah waktunya untuk dilahirkan.

Mereka pun tiba di sebuah desa Mada yang terletak di kaki Gunung Semeru, kemudian Lahirlah sang bayi laki-laki itu.

Kelahiran sang bayi ini diiringi dengan peristiwa alam yang mengisyarakatkan bahwa sang bayi ini nantinya akan menjadi tokoh penting. 

BACA JUGA:Kutukan Keris Mpu Gandring pada Penguasa Kerajaan Tumapel atau Singasari

Bayi laki-laki ini kemudian diasuh kepala Desa Mada,karena kedua orangtua bayi ini pergi bertapa di puncak Gunung Plambang untuk memohon keselamatan serta kejayaan bagi sang bayi.

Akhirnya Dewata pun mengabulkan permohonan mereka, dengan mengatakan bahwa nanti si bayi ini akan menjadi orang yang dikenal di seluruh nusantara. 

Selanjutnya setelah bertahun-tahun berlalu, Mahapatih Majapahit datang ke desa Mada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: