Rejang Lebong Dapat Alokasi 800 Hektare untuk Program Pencetakan Sawah Rakyat, Terbesar di Bengkulu
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Ir. Amrul Eby--Badri/rakyatbengkulu.com
REJANG LEBONG, RAKYATBENGKULU.COM – Kabupaten Rejang Lebong menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dalam Program Pencetakan Sawah Rakyat (PSR) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kabupaten ini akan menerima alokasi lahan seluas 800 hektare, jumlah terbesar di Provinsi Bengkulu.
Program ini akan dipusatkan di Desa Tanjung Gelang Kecamatan Kota Padang, yang dipilih karena memiliki potensi lahan luas dalam satu hamparan, memudahkan pelaksanaan dan integrasi sistem irigasi.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Ir. Amrul Eby, menyampaikan bahwa program ini merupakan peluang emas untuk meningkatkan kemandirian pangan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Dana BOS SD dan SMP di Mukomuko Naik Jadi Rp 27,9 Miliar, Ini Rinciannya
BACA JUGA:ANTM: Saham Tambang, Modal Cuan Masa Depan Buat Kamu yang Baru Mulai Investasi?
"Alhamdulillah, Kabupaten Rejang Lebong mendapat program Pencetakan Sawah Rakyat dari Kementerian Pertanian RI dengan luasan lahan mencapai 800 hektare," ujar Amrul.
Ia menjelaskan, PSR merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang berfokus pada penguatan sektor pangan nasional.
Saat ini, pihaknya tengah menyusun dan melengkapi dokumen-dokumen pendukung agar tahapan Survei Investigasi Desain (SID) bisa segera dilaksanakan.
"Program ini akan kita fokuskan di Desa Tanjung Gelang. Di sana ada empat hamparan lahan, yang terdiri dari satu area seluas 400 hektare, satu lagi 200 hektare, dan dua lokasi masing-masing 100 hektare. Semua lahan ini berada dalam satu wilayah yang berdekatan, sehingga memudahkan pelaksanaan," tambah Amrul.
BACA JUGA:Mengajarkan Anak tentang Pertemanan: Bekal Emosional yang Sering Terlupakan Orang Tua
BACA JUGA:Strategi DCA Saat Harga Saham Turun, Cara Cerdas Top Up Buat Pemula
Lahan yang akan diolah merupakan milik warga setempat, yang saat ini digunakan untuk komoditas perkebunan seperti kopi, karet, durian, dan sawit.
Untuk sistem irigasi, rencananya akan memanfaatkan beberapa sungai di sekitar lokasi, termasuk Sungai Buluan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

