HONDA

Kok Bisa? Bank Digital Tumbuh Pesat di Bengkulu, Tapi Transaksi Tunai Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

Kok Bisa? Bank Digital Tumbuh Pesat di Bengkulu, Tapi Transaksi Tunai Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

Ada yang menarik, meski bank digital tumbuh pesat di Bengkulu, tapi ternyata transaksi tunai meningkat, apa yang menjadi penyebabnya?--Heri/rakyatbengkulu.com

Tapi kalau dilihat pertumbuhan tunai masih kalah jauh dari non tunai. Pertumbuhan tetap lebih besar pertumbuhan non tunai. Ini artinya bank digital menunjukkan tren tumbuh pesat di Bengkulu.

BACA JUGA:Apes! Kepergok Hendak Curi Motor, Remaja Putus Sekolah Berujung Dipenjara

“Karena infrastruktur IT terutama jaringan internet di Bengkulu masih belum bagus, sehingga tunai masih dibutuhkan,” paparnya.

Tren transformasi digital yang semakin menguat berimbas pada berkurangnya transaksi menggunakan kliring warkat debet di triwulan IV 2021 di Provinsi Bengkulu.

Data Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mencatat secara nominal, nilai transaksi SKNBI pada triwulan IV mengalami penurunan sebesar 2,07% (qtq) dari Rp279 miliar pada triwulan III menjadi Rp273 miliar pada periode triwulan laporan.  

Tercatat penggunaan kliring warkat debet pada triwulan IV sebanyak 6.075 lembar. Penggunaan kliring warkat debet pada triwulan ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dibanding kuartal sebelumnya yang mencatat penggunaan sebanyak 6.000 lembar. 

BACA JUGA:Dijamin Awet dan Tahan Air! Ini 6 Jenis Plafon yang Cocok Dipasang di Rumah

“Meskipun penyelesaian transaksi dilakukan secara non tunai, transaksi kliring warkat debet membutuhkan penyerahan fisik bilyet atau giro sehingga penggunanya masih terbatas di masa pandemi ini,” ungkap Faishal.

Disebutkan, transaksi fisik di perbankan cenderung mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari indikator data transaksi kliring cek atau giro jumlahnya sudah sangat minim. “Itu dari satu indikator tersebut sudah rendah,” imbuhnya.

Menurut  Faishal, transaksi non tunai di Bengkulu memang terlihat meningkat. Kecenderungannya positif untuk transaksi non tunai. Selain itu transaksi non tunai lainnya seperti uang elektronik juga meningkat. Transaksi QRIS pun meningkat.

“Karena kemarin pandemi permintaan uang tunai di masyarakat juga berkurang, akhirnya permintaan non tunai meningkat,” bebernya.

BACA JUGA:Rasanya Boleh Kecut, Tapi Manfaatnya Banyak, Meningkatkan Kepadatan Tulang dan Terhindar dari Osteoporosis

Bank Indonesia pun terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non tunai. Melalui, QRIS, uang elektronik, B-FAST, dan digital banking yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi. 

Program QRIS 12 juta merchant dan kegiatan kampanye uang elektronik yang dilakukan oleh penyelenggara jasa sistem pembayaran mendorong pengguna uang elektronik di Provinsi Bengkulu  mencapai 374.243 akun. 

Pengguna akun uang elektronik mengalami pertumbuhan di sepanjang tahun 2021 ditutup dengan pertumbuhan sebesar 9,89% pada triwulan IV 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: