HONDA

Kok Bisa? Bank Digital Tumbuh Pesat di Bengkulu, Tapi Transaksi Tunai Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

Kok Bisa? Bank Digital Tumbuh Pesat di Bengkulu, Tapi Transaksi Tunai Meningkat, Ternyata Ini Penyebabnya

Ada yang menarik, meski bank digital tumbuh pesat di Bengkulu, tapi ternyata transaksi tunai meningkat, apa yang menjadi penyebabnya?--Heri/rakyatbengkulu.com

Lalu, harus memiliki kemampuan untuk mengelola model bisnis perbankan digital yang pruden dan berkesinambungan. 

BACA JUGA:Keren! Bengkel Motor Rumahan di Rejang Lebong Sediakan Jasa Mekanik Panggilan

“Pihak bank harus benar-benar sudah mempunyai manajemen risiko, aspek perlindungan konsumen, cyber security, dan layanan digital yang memadai,” tegasnya. 

Ia menekankan, OJK tidak akan memberikan izin khusus ke bank digital, tetapi harus memenuhi POJK 12/2021.

Permintaan Uang Tunai Masyarakat Semakin Tinggi

Ada hal menarik dari pertumbuhan bank digital yang tumbuh pesat di Bengkulu. Meski bank digital tumbuh, namun ternyata transaksi tunai meningkat.

BACA JUGA:Ini Dia Cara Merawat Mobil Saat Musim Hujan, Perhatikan Ketinggian Permukaan Air

Data Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mencatat, permintaan uang tunai masyarakat semakin tinggi.

Perbankan melakukan penarikan uang tunai pada triwulan IV 2021 sebesar Rp2.16 triliun, atau 44% lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar Rp1.5 triliun. 

Sementara itu, setoran masyarakat pada periode yang sama tercatat hanya sebesar Rp1.07 triliun sehingga Provinsi Bengkulu membukukan net ouflow sebesar Rp1.09 triliun.

Kondisi net outflow menandakan masyarakat semakin optimis dengan kondisi perekonomian ke depan sehingga porsi belanja masyarakat lebih besar dibandingkan untuk motif simpanan dan berjaga-jaga.

BACA JUGA:Penerimaan Usulan Kebutuhan PPPK Diundur, Ditunggu BKPSDM Rejang Lebong Hingga 25 Januari 2024

Tak hanya itu, penggunaan alat pembayaran berbasis kartu melalui kartu ATM/Debet di Bengkulu juga tumbuh meningkat. Ini sejalan dengan kondisi ekonomi yang membaik pada triwulan IV 2021.

Jumlah kartu ATM dan kartu debet yang beredar meningkat sebanyak 95 ribu kartu.  90% proporsi kartu yang beredar di Bengkulu merupakan kartu debet.

“Transaksi tunai meningkat, karena 2020-2021 pandemi yang tadinya permintaan uang tinggi tiba-tiba turun. Ketika pandemi sudah mereda mereka bisa bertransaksi lagi menggunakan uang,” beber Pengawas Junior Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan SP-PUR Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu, Faishal Ahmad Farrosi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: