HONDA

Mahasiswa UIN FAS Bengkulu Dapat Tiket Umrah Gratis, Berkat Dedikasinya Sebagai Marbot

Mahasiswa UIN FAS Bengkulu Dapat Tiket Umrah Gratis, Berkat Dedikasinya Sebagai Marbot

Berkat dedikasinya sebagai marbot, mahasiswa UIN FAS Bengkulu dapat tiket umrah gratis.--dokumen/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Moh. Zacky Ramadhan, mahasiswa semester 5 UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu, jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, baru-baru ini meraih keberuntungan tak terduga.

Berkat kerja keras dan doanya, Zacky berhasil memperoleh tiket umrah gratis yang diberikan oleh PT Al Dawood Barakah Utama.

Program ini menyediakan tiket umrah gratis untuk 68 jamaah dari seluruh Indonesia, termasuk 6 jamaah asal Bengkulu.

"Saya sangat terkejut mendapatkan tiket umrah gratis ini," ungkapnya saat berbincang dengan rakyatbengkulu.com, Senin, 15 Januari 2024.

BACA JUGA:Tips Memilih Waktu yang Tepat untuk Melaksanakan Ibadah Umrah

"Saya selalu bersyukur kepada Allah SWT dan yakin bahwa ini adalah hasil dari usaha keras dan doa yang saya lakukan selama ini. Saya merasa dipanggil oleh Allah untuk mengunjungi tanah suci," katanya.

Zacky, seorang marbot tunggal di Masjid Al Munawwarah Salak 2 Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, berhasil memadukan dedikasinya sebagai marbot dengan semangat mengejar cita-citanya.

Di sela-sela kuliah di UIN FAS Bengkulu, Zacky juga aktif sebagai guru mengaji door-to-door dan di TPQ Ruhul Iman di Betungan serta TPQ Masjid Al Munawwarah.

Selain itu, ia sering menjadi penceramah dalam acara takziah, aqiqah, khutbah Jumat, bahkan tausyiah Ramadan.


Berkat kerja keras dan doanya, Zacky berhasil memperoleh tiket umrah gratis yang diberikan oleh PT Al Dawood Barakah Utama.--dokumen/rakyatbengkulu.com

BACA JUGA:Ria Ricis Tak Pajang Foto Bersama Suami Saat Umrah Bersama, Isu Keretakan Masih Simpang Siur

Zacky juga terlibat dalam berbagai organisasi, baik lokal maupun nasional, serta mencapai prestasi di bidang dai dan Tahfiz Alquran.

Pendapatan tambahan Zacky diperoleh dari mengajar mengaji, mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliahnya. Di masjid, warga sekitar juga sering memberikan makanan dan kebutuhan pokok sebagai bentuk dukungan.

"Kesempatan ini bukan hanya berdasarkan prestasi di kampus, tetapi mungkin juga karena berkah dedikasi saya sebagai marbot," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: