Kenapa Ketupat Jadi Simbol Hari Raya? Yuk, Kita Bahas Sejarahnya!

Ketupat jadi makanan favorit saat Lebaran--Instagram/sigerfoodies
RAKYATBENGKULU.COM - Setiap kali Lebaran tiba, salah satu makanan yang pasti hadir di meja makan adalah ketupat.
Hidangan khas berbentuk anyaman segi empat ini bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam tradisi Idul Fitri.
Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, kenapa ketupat bisa menjadi simbol Hari Raya? Yuk, kita bahas sejarah dan filosofinya!
Asal Usul Ketupat
Ketupat bukan sekadar makanan khas Indonesia. Sejarah mencatat bahwa tradisi ketupat berasal dari ajaran Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga pada masa penyebaran Islam di Jawa.
BACA JUGA:Inspirasi OOTD Jemput Anak Sekolah dengan Setelan yang Nyaman dan Modis
BACA JUGA:Tepat dan Seimbang: Sederet Manfaat Konsumsi Ikan Lele bagi Ibu Hamil dan Janin
Pada masa itu, Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai simbol kebersihan diri dan kesucian hati setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Ketupat juga digunakan dalam tradisi “Bakda Lebaran” dan “Bakda Kupat”, yang merupakan perayaan usai Ramadan dan sepekan setelahnya sebagai tanda syukur.
Selain di Indonesia, ketupat juga dikenal di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, dan Filipina, yang memiliki akar budaya serupa.
Makna Filosofis Ketupat
Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi memiliki filosofi mendalam yang berkaitan erat dengan ajaran Islam dan budaya masyarakat Jawa. Berikut beberapa makna ketupat:
1. Simbol Kesucian dan Pengampunan
Ketupat dalam bahasa Jawa disebut “kupat”, yang merupakan kependekan dari “ngaku lepat”, yang berarti mengakui kesalahan.
Ini melambangkan saling memaafkan setelah sebulan penuh berpuasa.
BACA JUGA:Waspada! Ini Dampak Konsumsi Ikan Bermerkuri pada Janin dan Ibu Hamil
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: