HONDA

Musim Hujan Tiba, Begini Tips Mengolah Lahan Pertanian Agar Sukses Bercocok Tanam

Musim Hujan Tiba, Begini Tips Mengolah Lahan Pertanian Agar Sukses Bercocok Tanam

Musim Hujan Tiba, Begini Tips Mengolah Lahan Pertanian Agar Sukses Bercocok Tanam --

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Cara mengolah lahan pertanian saat musim penghujan berbeda dengan musim kemarau sehingga harus benar-benar diperhatikan secara mendetail.

Jika tidak, tanaman sayuran akan mengalami serangan penyakit akibat tingginya curah hujan yang mengakibatkan tingkat keasaman tanah yang berlebihan.

Satu sisi, musim hujan adalah berkah bagi kita semua terutama yang berprofesi sebagai petani. Tetapi disisi lain, kita sering direpotkan oleh berbagai masalah yang terjadi pada tanaman saat musim hujan.

Terutama adalah masalah gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang intensitasnya meningkat tajam. 

Ketika musim hujan pekerjaan kita sedikit lebih ringan karena tidak perlu menyiram tanaman. Tanaman pun akan tumbuh subur karena kebutuhan air terpenuhi. Namun kita juga harus selalu waspada terhadap serangan hama dan penyakit tertentu.

Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan meningkatnya kelembaban udara, dimana pada kondisi ini beberapa jenis hama penyakit berkembang biak dengan cepat. Terutama penyakit jamur dan bakteri.

Para petani sayuran harus memperhatikan penyiangan lahan. Bisa dengan cara di rumput atau disemprotkan dengan herbisida kontak.

Setelah itu para petani sangat dianjurkan membalikan guludan bedengan hingga menjadi rata kemudian taburkan kapur dolomit atau kapur pertanian. Sedangkan untuk dosis bisa dilihat di kemasannya.

Kemudian setelah penaburan kapur pertanian secara rata ke lahan pertanian sayuran kemudian ditinggalkan minimal tiga hari sehingga kapur pertanian tadi sudah diserap oleh tanah.

Setelah tiga hari barulah para petani disarankan untuk membuat guludan bedengan. Nah, sangat disarankan tinggi guludan bedengan minimal 50 cm sampai 70 Cm. Sedangkan lebaran guludan bedengan tergantung dari selera para petani itu sendiri.

Saat bedengan sudah selesai dilakukan, barulah para petani membuat paritan diatas guludan bedengan sebagai tempat untuk memberikan pupuk kompos fermentasi. Ketika paritan guludan selesai, sangat dianjurkan kembali memberikan kapur pertanian. 

Selanjutnya pupuk kompos fermentasi, pupuk kimia bisa NPK atau pupuk bersubsidi. Kemudian pupuk yang tinggi akan phospat dan ditambahkan pupuk kalium.

Lalu lakukan penyemprotan humad acid yang bisa didapatkan di toko pertanian maupun toko online dengan dosis 50 gram setiap 16 liter air.

Kemudian disemprotkan pada siringan guludan, setelah itu mulai melakukan penimbunan guludan bedengan. Langkah selanjutnya lahan ditinggal selama 2 minggu atau lebih sebelum melakukan pemasangan mulsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: