HONDA

Skandal Daihatsu Mempengaruhi Produksi dan Distribusi Mobil Secara Global

Skandal Daihatsu Mempengaruhi Produksi dan Distribusi Mobil Secara Global

Produksi dan distribusi mobil secara global terpengaruh skandal daihatsu. --dokumen/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Skandal terkait pemalsuan uji tabrak pada kendaraan Daihatsu memiliki dampak signifikan pada distribusi dan produksi mobil merek tersebut di seluruh dunia.

Kejadian ini menarik perhatian setelah Daihatsu mengakui adanya pemalsuan tersebut.

Pengaruh skandal ini juga terasa di Indonesia, di mana saham PT Astra Internasional Tbk mengalami penurunan drastis sebesar 125 poin menjadi Rp5.500 per lembar pada 21 Desember 2023.

Skandal mencuat ketika sebagian besar kendaraan Daihatsu tidak melewati uji keselamatan.

BACA JUGA:Harga Rp139 Jutaan, Mobil Daihatsu Tanto Iritnya Tembus 26 Km/Liter

Anak perusahaan Toyota, Daihatsu, mengakui telah melakukan pemalsuan uji tabrak pada 88.000 mobil yang diproduksi di Asia Tenggara dan dijual dalam setahun terakhir.

Skandal ini juga mencoreng reputasi Toyota karena sebagian besar mobil yang terlibat dijual dengan merek Toyota.

Terdapat 7 model mobil yang terlibat dalam skandal, antara lain Agya/Wigo, Toyota Avanza, Toyota Raize, Toyota Rush, Daihatsu Xenia, Toyota Veloz, dan Yaris Cross.

Meskipun tidak semuanya diproduksi di Indonesia, Avanza, Xenia, dan Veloz dijual di pasar domestik.

BACA JUGA:Mobil Listrik Daihatsu Ayla EV 2023 Gunakan Mesin Listrik 1200 cc Tercanggih, Berapa Harganya?

Sementara itu, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memastikan bahwa produksi dan distribusi kendaraan di Indonesia tetap berjalan normal.

Namun, mereka menangguhkan sementara produksi untuk pasar ekspor hingga akhir Januari mendatang.

Pemberhentian produksi ini dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran regulasi keselamatan oleh pabrikan asal Jepang.

Hal ini mengakibatkan penghentian sementara produksi oleh Daihatsu, efektif sejak 26 Desember 2023. ADM juga menghentikan produksi untuk pasar ekspor sesuai arahan, menunggu konfirmasi dari otoritas di negara tujuan ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: