HONDA

Harga Sayuran Merangkak Naik, Rawan Pencurian! Begini Saran Polres Rejang Lebong

Harga Sayuran Merangkak Naik, Rawan Pencurian! Begini Saran Polres Rejang Lebong

Harga Sayuran Merangkak Naik, Rawan Pencurian! Begini Saran Polres Rejang Lebong --badri/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Semenjak harga sayur mayur dan hasil pertanian lainnya mulai merangkak naik mengakibatkan rawan pencurian hasil bumi sehingga para petani harus bijak dalam menyikapi hal tersebut.

Dibincangi Kasi Humas Polres Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, AKP Sinar Simanjuntak menyarankan setiap petani dengan petani lainnya harus terjalin komunikasi yang baik, sehingga bisa menerapkan ronda malam di komplek kebun masing-masing.

"Untuk meminimalisir pencurian minimal sekitar komplek kebun dilakukan ronda malam baik dengan sistem serentak atau bergiliran untuk menjaga kebun sehingga tidak terjadi pencurian hasil bumi," kata Kasi Humas.

Mulai merangkak naiknya hasil bumi, sambung Kasi Humas memang rawan terhadap pencurian seperti harga kopi kering super yang saat ini mencapai Rp62.000 perkilogramnya.

BACA JUGA:Seleksi CAT PPK Di Kepahiang, Diambil 3 Kali Kebutuhan Tiap Kecamatan

BACA JUGA:Jual Pertalite Oplosan, Warga Rejang Lebong Raup Keuntungan Rp110 per Hari

Harga sayuran seperti kubis Rp 5.000 perkilogramnya di tingkat petani termasuk harga cabai dan tomat yang relatif stabil.

"Jadi penerapan roda malam secara bersamaan atau bergiliran petani dalam satu komplek akan memudahkan menjaga hasil bumi di kebun, sehingga tidak merasa bosan karena ramai-ramai," ujar Kasi Humas.

Selain itu,sambung Kasi Humas Polres Rejang Lebong mendorong setiap Polsek sehingga tiap-tiap desa memiliki peraturan desa sehingga tidak terjadi jual beli kopi basah atau kopi baru petik ditengah masyarakat.

BACA JUGA:39.615 Pelajar Terima Dana Bos, Dikbud Rejang Lebong Cocokkan Transaksi

BACA JUGA:Jangan Disamakan Lagi, 3 Perbedaan Utama Handuk Mandi dan Handuk Wajah

"Khusus untuk kopi yang memang harganya lumayan mahal saat ini, Polres Rejang Lebong mendorong agar tiap-tiap desa memiliki peraturan desa soal jual beli kopi basah sehingga meminimalisir pencurian buah kopi.Disamping itu juga dijaga dengan sistem roda malam," papar Kasi Humas.

Sementara itu, dibincangi Rolis Yadi (42) seorang petani di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu menuturkan sejak seminggu terakhir harga sayuran sudah mulai merangkak naik. 

Seperti labu Siam yang sebelumnya harganya Rp1.500. kini naik menjadi Rp 4.000 perkilogramnya dari petani ke pengepul, kubis atau kol Rp 4.000 perkilogramnya.

"Apalagi harga kopi kering mencapai Rp 60.000 lebih jika tidak dijaga sangat rawan sekali pencurian hasil bumi,biasanya secara bersama-sama menjaga kebun sehingga tidak suntuk," ujar Rolis Yadi 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: