HONDA

Tim Reforma Agraria Sejati Dibentuk, Tanggapi Aksi Demonstrasi Petani di Bengkulu

Tim Reforma Agraria Sejati Dibentuk, Tanggapi Aksi Demonstrasi Petani di Bengkulu

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herman Antoni --Debi/rakyatbengkulu.com

RAKYATBENGKULU.COM – Rapat tindak lanjut aksi demonstrasi yang berlangsung pada Hari Tani Nasional di Bengkulu dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, seperti Asisten I, Asisten II, Inspektur, perwakilan dari Dinas TPHP, Biro Hukum serta delegasi dari mahasiswa, petani, dan organisasi non-pemerintah (NGO). 

Rapat yang digelar Kamis 25 September 2025 ini menjadi momen penting untuk menindaklanjuti aspirasi dari petani yang menginginkan adanya penyelesaian masalah pertanahan di provinsi tersebut.

Pada rapat tersebut, pembahasan utama berfokus pada pembentukan Tim Reforma Agraria Sejati Adil Gender. 

Tim ini dianggap sebagai langkah konkret untuk menangani berbagai persoalan tanah yang telah lama menjadi masalah di Bengkulu.

BACA JUGA:Polres Mukomuko Gelar Forum Konsultasi Publik 2025 untuk Tingkatkan Pelayanan dan Hubungan dengan Masyarakat

BACA JUGA:PPPK Paruh Waktu Dorong Lonjakan Pengurusan SKCK di Polres Mukomuko

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herman Antoni menjelaskan bahwa pihak yang diundang pada rapat ini adalah perwakilan dari mahasiswa, organisasi, dan NGO. 

"Kami hari ini rapat bersama, mengundang mahasiswa, organisasi-organisasi mahasiswa, dari NGO, ini baru perwakilan dan mungkin nanti akan lebih banyak lagi," ungkapnya.

Kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah pembentukan Tim Reforma Agraria Sejati Adil Gender. 

Tim ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah pertanahan yang terus mencuat di Bengkulu, termasuk mengatasi ketimpangan akses tanah antara kelompok masyarakat.

"Tim ini nanti akan terdiri dari berbagai pihak, terutama yang menyampaikan aspirasi perwakilan-perwakilan, untuk segera menyampaikan laporan dan data-data terkait persoalan pertanahan yang ada di Provinsi Bengkulu," tambah Herman.

BACA JUGA:Angka Kasus Kekerasan Seksual Anak Naik di Mukomuko, Pelaku Mayoritas Orang Terdekat

BACA JUGA:Perdagangan MCB Palsu Terbongkar, Warga Bengkulu Nyaris Jadi Korban Kebakaran

Salah satu perwakilan petani asal Seluma, Riki Mahmuda mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada tim gugus tugas dan tim penyelesaian konflik yang dibentuk pada tahun 2019 di bawah kepemimpinan mantan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: