Kesederhanaan Kapolsek Gugur di Tragedi Way Kanan: Difitnah Terima Uang Judi, Nyatanya Nyambi Sopir Travel

Kondisi kehidupan Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto--Dok/rb
“Papa selalu ajarkan kebaikan, untuk jadi manusia yang jujur. Bahkan, papa selalu ingatkan bila untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan,” tulis Salsabila dalam unggahannya.
Namun, janji Lusiyanto untuk menghadiri wisuda putrinya pupus setelah ia tewas dalam insiden penembakan di arena judi sabung ayam.
Kepergian ayahnya meninggalkan duka mendalam bagi Salsabila, yang kini berjuang mencari keadilan.
BACA JUGA:5 Shio Paling Beruntung, Rezeki Selalu Mengalir Tanpa Usaha Ekstra
BACA JUGA:Kementerian HAM Usulkan Penghapusan SKCK, Sebut Berpotensi Halangi Hak Asasi Warga Negara
Tuduhan dan Fakta di Lapangan
Sementara itu, Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, mengungkapkan bahwa aktivitas judi sabung ayam di lokasi kejadian sudah berlangsung selama satu tahun.
Ia menyebut adanya indikasi aliran dana kepada beberapa oknum, termasuk aparat setempat.
“Sudah satu tahun ada pembagian uang dari perjudian. Ada saksi yang menyebut adanya setoran, kita tunggu proses hukum selanjutnya,” kata Eko.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti konkret yang mengaitkan almarhum Lusiyanto dengan aliran dana tersebut.
BACA JUGA:Kementerian HAM Usulkan Penghapusan SKCK, Sebut Berpotensi Halangi Hak Asasi Warga Negara
BACA JUGA:Anti Gagal! Tips Ampuh Agar Bukber Tetap Seru dan Sesuai Harapan
Fakta yang ditemukan di lapangan justru menunjukkan kehidupannya yang jauh dari kemewahan.
Mencari Keadilan untuk Sang Ayah
Salsabila menegaskan bahwa ia tidak akan tinggal diam atas berbagai tuduhan yang menimpa ayahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: