HONDA

Meningkatnya Bisnis Kue Lebaran di Bengkulu, Dinkes Ingatkan Waspadai Bahan Berbahaya

Meningkatnya Bisnis Kue Lebaran di Bengkulu, Dinkes Ingatkan Waspadai Bahan Berbahaya

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani--Nova/Rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Menjelang Idulfitri 1446 Hijriah, bisnis kue lebaran di Kota Bengkulu mengalami lonjakan pesat. 

Berbagai toko dan usaha rumahan semakin gencar menawarkan aneka kue kering dengan kemasan menarik untuk menarik minat konsumen.

Tingginya permintaan ini tentu menjadi peluang besar bagi para pelaku usaha. 

Namun, masyarakat juga diingatkan untuk lebih teliti dalam memilih produk agar terhindar dari bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam beberapa jenis kue yang beredar di pasaran.

BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Perketat Pengawasan Daging Jelang Lebaran untuk Pastikan Keamanan Konsumsi

BACA JUGA:5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Tidak Dijadikan Hampers Lebaran

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat membeli kue lebaran. Ia menyoroti potensi penggunaan bahan tambahan berbahaya pada beberapa produk yang dijual.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan kue yang memiliki warna terlalu mencolok," ujar Joni.

Ia menjelaskan bahwa warna yang terlalu terang dengan harga yang sangat murah patut dicurigai. 

Hal ini bisa jadi menunjukkan adanya pewarna sintetis yang berbahaya dan tidak seharusnya digunakan dalam makanan. 

Pewarna makanan yang aman biasanya tidak menghasilkan warna yang terlalu mencolok.

BACA JUGA:Terdepan Dukung UMKM, BRI Raih Penghargaan Internasional Best SME Bank in Indonesia

BACA JUGA:Penembakan Tiga Polisi di Way Kanan, Eksekusi Jarak Dekat dan Dugaan Aliran Dana Judi Sabung Ayam

“Untuk menghindari gangguan kesehatan seperti diare atau sakit perut, sebaiknya pilih kue yang jelas asal-usul pembuatannya dan diproduksi oleh pihak yang terpercaya,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: